Olahraga
Al Fina

Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, Gianni Infantino Tegaskan FIFA Terus Kawal Keamanan Sepak Bola Indonesia

Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, Gianni Infantino Tegaskan FIFA Terus Kawal Keamanan Sepak Bola Indonesia

05 Oktober 2026 | 20:13

KebonCinta.com - Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menyoroti pentingnya aspek keamanan dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, keselamatan penonton, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan harus menjadi perhatian utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino ketika berada di Jakarta untuk menghadiri final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam WIB.

Pembahasan mengenai keamanan sepak bola Indonesia kembali mencuat setelah Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 2022. Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia dan menewaskan 135 orang.

Sejak tragedi tersebut, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Prediksi Menteri Jadi Sorotan 

FIFA Terus Memantau Perkembangan Indonesia

Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak melepaskan perhatian terhadap proses pembenahan sepak bola Indonesia, khususnya dalam hal keamanan pertandingan.

Menurutnya, aspek keselamatan merupakan bagian fundamental yang harus dipastikan dalam setiap pertandingan sepak bola, baik di Indonesia maupun negara lain.

Dalam kunjungannya ke Jakarta, Infantino juga mengungkapkan bahwa persoalan keamanan menjadi salah satu topik yang dibahas bersama pemerintah dan federasi sepak bola Indonesia.

"Keamanan sangat penting. Ini sangat penting bagi sepak bola. Kami sebenarnya juga membicarakan masalah keamanan dalam pertemuan tadi dan segala sesuatunya akan dilakukan untuk menjamin keamanan di semua pertandingan," ujar Infantino.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa FIFA melihat aspek keamanan bukan sekadar persoalan teknis pertandingan, melainkan bagian penting dari pengembangan sepak bola secara keseluruhan.

Baca Juga: Gianni Infantino Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ada Sinyal Event FIFA Bakal Makin Banyak? 

Tragedi Kanjuruhan Jadi Momentum Pembenahan

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 menjadi titik penting dalam evaluasi penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Sebanyak 135 orang meninggal dunia setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa tersebut kemudian mendorong evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan, keselamatan, manajemen stadion, hingga prosedur penanganan keadaan darurat.

Dalam perkembangannya, FIFA bersama PSSI juga terlibat dalam sejumlah upaya pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia.

Komitmen terhadap peningkatan keamanan pertandingan menjadi bagian dari agenda yang terus diperhatikan seiring dengan semakin banyaknya kompetisi internasional yang digelar di Indonesia.

Keamanan Jadi Prioritas Pemerintah dan PSSI

Infantino menegaskan bahwa peningkatan standar keamanan bukan hanya menjadi perhatian FIFA. Pemerintah Indonesia dan federasi sepak bola nasional juga menjadikan aspek tersebut sebagai salah satu prioritas.

FIFA, kata Infantino, siap memberikan dukungan melalui pengalaman serta keahlian yang dimiliki dalam penyelenggaraan sepak bola internasional.

"Ini adalah salah satu prioritas pemerintah dan federasi sepak bola, dan FIFA dengan keahlian yang kami miliki akan membantu," imbuhnya.

Dukungan tersebut menjadi penting bagi Indonesia, terutama ketika negara ini semakin sering mendapatkan kepercayaan untuk menggelar pertandingan dan turnamen berskala internasional.

Indonesia Terus Mendapat Kepercayaan FIFA

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia kembali dipercaya menggelar berbagai agenda sepak bola internasional. Setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, Indonesia juga menjadi bagian dari berbagai agenda FIFA hingga akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Kepercayaan tersebut membuat standar keamanan menjadi semakin penting. Setiap pertandingan tidak hanya dituntut berjalan kompetitif, tetapi juga harus memberikan rasa aman kepada pemain, ofisial, suporter, dan seluruh masyarakat yang hadir di stadion.

Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK pun menjadi salah satu contoh bagaimana aspek keamanan mendapat perhatian besar. Pertandingan yang mempertemukan Indonesia dan Thailand tersebut melibatkan pengamanan serta pengaturan penonton dalam skala besar.

FIFA Ingin Sepak Bola Indonesia Terus Berkembang

Pesan Infantino memperlihatkan bahwa perkembangan sepak bola Indonesia tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan.

Pembenahan tata kelola, keamanan pertandingan, infrastruktur, serta perlindungan terhadap suporter menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

Bagi FIFA, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sepak bola besar di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, dukungan terhadap proses pembenahan akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah dan PSSI.

Tragedi Kanjuruhan menjadi pengingat bahwa keamanan harus selalu menjadi fondasi utama sepak bola. Kini, FIFA menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Indonesia agar pertandingan sepak bola dapat berlangsung dengan standar keselamatan yang semakin baik.

Tags:
Gianni Infantino fifa asean cup2026 Timnas Indonesia kanjuruhan

Komentar Pengguna