Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Dari Peradaban Kuno hingga Masuknya Islam: Bagaimana Sebenarnya Asal-Usul Bangsa Iran?

Dari Peradaban Kuno hingga Masuknya Islam: Bagaimana Sebenarnya Asal-Usul Bangsa Iran?

06 November 2026 | 12:26

Keboncinta.com — Sejarah bangsa Iran memiliki perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan peradaban Persia kuno. Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Iran pernah menjadi pusat kekuasaan sejumlah dinasti besar, mulai dari Akhemeniyah hingga Kekaisaran Sassanid.

Perubahan besar terjadi ketika pasukan Islam menaklukkan wilayah kekuasaan Sassanid pada abad ketujuh Masehi. Salah satu pertempuran yang menentukan keruntuhan kekaisaran tersebut adalah Perang Nahavand sekitar 642 Masehi.

Kekalahan Persia dalam pertempuran itu membuka jalan bagi perluasan kekuasaan Islam ke wilayah Iran. Namun, proses masuk dan berkembangnya Islam di tengah masyarakat Persia berlangsung secara bertahap selama beberapa generasi.

Lantas, bagaimana asal-usul bangsa Iran dan perjalanan sejarahnya hingga berada di bawah kekuasaan Islam? Berikut penjelasannya.

Asal-usul Bangsa Iran dari Persia Kuno

Iran modern berada di kawasan yang pada masa lampau dikenal sebagai Persia. Bangsa Persia merupakan kelompok etnis utama di Iran dan memiliki hubungan erat dengan perkembangan peradaban di dataran tinggi Iran.

Mengutip Encyclopedia Britannica, masyarakat Persia dikenal melalui penggunaan bahasa Persia atau Farsi. Bahasa ini termasuk kelompok bahasa Iran dalam rumpun Indo-Iran, yang merupakan bagian dari keluarga bahasa Indo-Eropa.

Dengan demikian, identitas bangsa Iran tidak hanya terbentuk dari wilayah tempat tinggalnya, tetapi juga dipengaruhi oleh bahasa, kebudayaan, dan perjalanan sejarah yang panjang.

Dalam buku Sejarah Majusi hingga Menjadi Negara Iran karya Nor Kandir, disebutkan bahwa sejumlah literatur sejarah Islam, termasuk karya Imam Ath-Thabari dalam Tarikh al-Rusul wal Muluk, memuat kisah mengenai garis keturunan bangsa Persia yang dikaitkan dengan Nabi Nuh AS.

Sebagian riwayat menghubungkan asal-usul mereka dengan Yafits bin Nuh, sedangkan riwayat lainnya mengaitkannya dengan Sam bin Nuh. Keterangan tersebut merupakan bagian dari tradisi penulisan sejarah dan nasab dalam literatur klasik, bukan kesimpulan yang dapat dipastikan melalui penelitian sejarah modern.

Baca Juga: Mengenal Heraklius, Kaisar Adikuasa Romawi yang Namanya Diabadikan dalam Sejarah Islam 

Bangsa Arya dan Kemunculan Identitas Iran

Istilah Arya juga memiliki hubungan penting dengan sejarah awal masyarakat Iran. Dalam buku Bangsa Romawi dan Perang Akhir Zaman karya Manshur Abdul Hakim, disebutkan bahwa masyarakat yang membangun peradaban awal di wilayah tersebut dikenal dengan sebutan Arya.

Penggunaan istilah Arya juga ditemukan dalam peninggalan sejarah Persia. Raja Darius Agung dari Dinasti Akhemeniyah yang memerintah pada 522–486 SM, misalnya, menyebut dirinya sebagai orang Persia dan keturunan Arya dalam sejumlah prasasti kerajaan.

Nama Iran sendiri berkaitan dengan istilah Aryānām atau Airyānem, yang memiliki hubungan dengan identitas masyarakat Iran kuno. Istilah tersebut berkembang seiring perjalanan sejarah dan pembentukan identitas politik maupun kebudayaan di kawasan tersebut.

Dalam perkembangannya, wilayah Iran menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat. Perpindahan penduduk, peperangan, serta hubungan perdagangan turut membentuk keragaman etnis dan kebudayaan di kawasan itu.

Persia dan Perkembangan Kota-kota di Asia Tengah

Pengaruh kebudayaan Persia tidak hanya berkembang di wilayah Iran modern, tetapi juga menjangkau kawasan Asia Tengah.

Dalam buku Tarikh Al-Muslimin wa Hadharatuhum fi Asia Wustha wa Bilad Qawqaz karya Muhammad Abdul Azhim Abu An-Nashr, disebutkan bahwa sebelum kedatangan pasukan Arab, kawasan Asia Tengah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk bangsa Iran, Turki, China, dan Mongol.

Sejumlah kota di kawasan tersebut memiliki hubungan erat dengan kebudayaan Iran. Bukhara menjadi salah satu pusat penting yang memiliki sejarah panjang sebelum berkembang menjadi kota besar dalam peradaban Islam.

Perjalanan sejarah Bukhara juga dipengaruhi oleh berbagai kekuatan politik. Kota tersebut pernah mengalami perubahan kekuasaan akibat ekspansi Alexander Agung dan perkembangan kerajaan-kerajaan di Asia Tengah.

Memasuki abad keenam Masehi, kelompok-kelompok Turki semakin banyak memasuki kawasan Transoksiana. Sebagian dari mereka kemudian menetap dan menguasai sejumlah wilayah, sehingga komposisi penduduk serta kebudayaan di kawasan tersebut terus mengalami perubahan.

Penaklukan Persia oleh Pasukan Islam

Perubahan besar dalam sejarah Persia terjadi ketika pasukan Islam memperluas wilayah kekuasaannya ke kawasan kekaisaran Sassanid.

Kekaisaran Sassanid merupakan salah satu kekuatan besar di kawasan Asia Barat sebelum Islam. Dinasti ini memerintah Persia sejak 224 Masehi dan menjadikan agama Zoroastrianisme sebagai salah satu unsur penting kehidupan kerajaan.

Mengutip buku Sejarah Penaklukan-Penaklukan Muslim yang Mengubah Wajah Dunia karya Yulian Harsono, salah satu peristiwa penting dalam proses penaklukan Persia adalah Perang Nahavand sekitar 642 Masehi.

Pertempuran tersebut mempertemukan pasukan Islam dengan tentara Sassanid. Kekalahan Persia dalam perang ini menjadi pukulan besar bagi kekuatan militer dan politik kekaisaran.

Jalannya Perang Nahavand

Dalam sejumlah catatan sejarah, pasukan Islam dipimpin oleh Nu'man bin Muqarrin, sedangkan pasukan Persia berada di bawah komando Firuzan.

Jumlah pasukan kedua pihak dalam berbagai literatur sejarah disebut berbeda-beda. Salah satu versi menyebut pasukan Islam berjumlah sekitar 30.000 orang, sementara pasukan Persia diperkirakan mencapai 150.000 orang.

Pasukan Sassanid bertahan di posisi yang memiliki pertahanan kuat. Kondisi tersebut membuat pasukan Islam menghadapi kesulitan untuk melakukan serangan langsung.

Nu'man kemudian menggunakan strategi untuk memancing pasukan Persia keluar dari posisi pertahanannya. Pasukan Islam melakukan gerakan mundur seolah-olah mengalami kekalahan.

Melihat lawannya meninggalkan medan pertempuran, pasukan Persia yang dipimpin Firuzan bergerak mengejar.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Sejarah Iran Persia Kuno Sejarah Islam

Komentar Pengguna