Pasukan Islam kemudian melakukan serangan balasan. Pertempuran berlangsung sengit dan berakhir dengan kekalahan besar bagi pasukan Sassanid.
Nu'man bin Muqarrin gugur dalam pertempuran tersebut. Firuzan juga dilaporkan tewas, sementara kekuatan militer Persia mengalami kehancuran yang sulit dipulihkan.
Kemenangan pasukan Islam dalam Perang Nahavand dikenal dalam sejumlah catatan sejarah sebagai Fathul Futuh, yang berarti kemenangan di atas segala kemenangan.
Pertempuran ini menjadi titik balik penting karena melemahkan kemampuan Kekaisaran Sassanid untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Setelah kekalahan tersebut, Yazdegerd III, penguasa terakhir Sassanid, melarikan diri ke wilayah timur untuk menghindari pengejaran pasukan Islam.
Kekuasaan Sassanid akhirnya berakhir setelah mengalami serangkaian kekalahan dan kehilangan kendali atas wilayah-wilayah penting. Peristiwa ini menandai berakhirnya salah satu kekaisaran besar dalam sejarah Persia.
Baca Juga: Jelang Bulan Guru Nasional 2026, Ini Sejarah, Tujuan, dan Agenda Peringatannya
Runtuhnya Kekaisaran Sassanid tidak berarti seluruh masyarakat Persia langsung memeluk Islam. Perubahan agama di wilayah tersebut berlangsung secara bertahap melalui interaksi sosial, perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan penyebaran dakwah.
Dalam perkembangan berikutnya, masyarakat Persia memainkan peran penting dalam membangun peradaban Islam. Mereka memberikan kontribusi besar dalam bidang ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, kedokteran, hingga administrasi pemerintahan.
Bahasa dan kebudayaan Persia juga tetap berkembang meskipun wilayah tersebut telah berada di bawah pemerintahan Islam. Bahkan, tradisi intelektual Persia kemudian menjadi salah satu unsur penting dalam kemajuan peradaban Islam.
Asal-usul bangsa Iran berkaitan erat dengan sejarah panjang masyarakat Persia dan perkembangan peradaban di kawasan Asia Barat serta Asia Tengah. Identitas mereka terbentuk melalui bahasa, kebudayaan, perpindahan penduduk, dan pergantian kekuasaan dari berbagai dinasti.
Salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah Persia adalah Perang Nahavand sekitar 642 Masehi. Kekalahan pasukan Sassanid dalam pertempuran tersebut membuka jalan bagi berakhirnya kekaisaran Persia kuno dan meluasnya pemerintahan Islam ke wilayah Iran.
Meski demikian, proses islamisasi masyarakat Persia berlangsung secara bertahap. Dalam perjalanan sejarah berikutnya, bangsa Persia justru menjadi salah satu kelompok masyarakat yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir