Ada beberapa langkah tambahan yang sebaiknya dilakukan.
Virtual Private Network (VPN) dapat mengenkripsi lalu lintas internet antara perangkat dan server VPN. Dengan begitu, perlindungan tidak hanya terbatas pada permintaan DNS.
Pilih layanan VPN yang memiliki reputasi baik, kebijakan privasi yang jelas, serta sistem keamanan yang dapat dipercaya. Salah satu layanan yang dapat dipertimbangkan adalah Proton VPN, yang menyediakan pilihan paket gratis dengan ketentuan layanan tertentu.
Tidak semua aplikasi VPN gratis memiliki sistem keamanan yang baik. Beberapa layanan yang tidak memiliki reputasi jelas berpotensi mengumpulkan data pengguna tanpa transparansi memadai.
Karena itu, jangan sembarangan memasang aplikasi VPN hanya karena menawarkan akses internet gratis. Periksa identitas pengembang, kebijakan privasi, dan ulasan pengguna sebelum menggunakannya.
Pengguna Android juga dapat memanfaatkan fitur Google Safe Browsing untuk memperoleh peringatan ketika mengakses situs yang terindikasi berbahaya.
Fitur ini membantu mengurangi risiko ketika pengguna tidak sengaja membuka tautan phishing atau halaman web yang berpotensi melakukan penipuan.
Sebisa mungkin, hindari mengakses layanan perbankan atau memasukkan informasi penting ketika menggunakan Wi-Fi publik yang tidak diketahui keamanannya.
Jika harus melakukan transaksi, gunakan jaringan seluler pribadi atau VPN terpercaya. Pastikan juga alamat situs yang dibuka benar dan menggunakan koneksi HTTPS.
Wi-Fi publik memang menawarkan kemudahan akses internet, tetapi pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan perangkat dan data pribadi.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengaktifkan Private DNS di Android. Fitur ini mengenkripsi permintaan DNS sehingga membantu mengurangi risiko pengintaian dan manipulasi DNS pada jaringan yang digunakan.
Pengguna dapat memilih layanan seperti Google Public DNS, Cloudflare, AdGuard DNS, Quad9, atau NextDNS sesuai kebutuhan.
Namun, Private DNS bukan pengganti VPN dan tidak menjamin seluruh aktivitas internet bebas dari ancaman. Menggabungkannya dengan kebiasaan digital yang aman, seperti menghindari tautan mencurigakan dan menggunakan jaringan terpercaya untuk transaksi penting, akan memberikan perlindungan yang lebih baik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir