Keboncinta.com-- Beberapa tahun terakhir, pelatihan digital marketing hampir selalu masuk dalam daftar program kerja KKN. Mulai dari mengajarkan cara membuat akun media sosial, memotret produk, hingga mengenalkan marketplace kepada pelaku UMKM. Program ini dianggap relevan karena semakin banyak aktivitas ekonomi yang berpindah ke ruang digital. Namun, muncul pertanyaan yang menarik. Di tengah semakin banyaknya mahasiswa yang mengusung tema serupa, apakah digital marketing masih layak menjadi program unggulan KKN, atau justru sudah mulai kehilangan dampaknya?
Jawabannya bukan terletak pada temanya, melainkan pada cara pelaksanaannya. Banyak program digital marketing berhenti sebatas pelatihan satu atau dua hari. Peserta diajarkan membuat akun media sosial, tetapi setelah mahasiswa selesai KKN, akun tersebut tidak lagi aktif. Ada juga yang mengajarkan berbagai strategi promosi yang sebenarnya terlalu rumit bagi pelaku UMKM yang baru mulai memanfaatkan teknologi. Akibatnya, ilmu yang diberikan tidak benar-benar diterapkan dalam keseharian. Inilah yang membuat sebagian program terasa kurang memberikan perubahan yang berkelanjutan.
Padahal, digital marketing masih sangat relevan jika disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Mahasiswa tidak perlu mengajarkan semua fitur media sosial atau strategi pemasaran yang kompleks. Jauh lebih bermanfaat jika mereka membantu pelaku UMKM memahami langkah-langkah sederhana yang mudah dipraktikkan, seperti membuat foto produk yang menarik menggunakan ponsel, menulis caption yang mampu membangun kepercayaan pembeli, atau menjaga konsistensi mengunggah konten. Mahasiswa juga dapat mendampingi pelaku usaha selama beberapa waktu hingga mereka merasa percaya diri mengelola media digital secara mandiri. Pendekatan seperti ini lebih realistis dan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan setelah KKN selesai.
Relevansi sebuah program tidak ditentukan oleh seberapa populer temanya, tetapi oleh seberapa tepat program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Digital marketing tetap menjadi pilihan yang baik selama tidak dijalankan sekadar untuk mengikuti tren. Ketika mahasiswa mampu memahami kemampuan, tantangan, dan potensi yang dimiliki pelaku UMKM, program sederhana pun bisa memberikan dampak yang besar.