KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengembangkan program Klasa Cirebon sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan membaca, pengembangan kreativitas, serta pendampingan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu sekolah memperkuat kemampuan dasar peserta didik.
Keterangan tersebut disampaikan di Cirebon pada Sabtu, 7 November 2026, sebagaimana diberitakan ANTARA Jawa Barat.
KLASA CIREBON MEMILIKI TIGA KEGIATAN UTAMA
Baca Juga: Transfer Bank dan Transaksi Online Kena PPN Mulai 9 November 2026? Ini Fakta Sebenarnya!
Ronianto menjelaskan bahwa program Klasa Cirebon terdiri atas tiga kegiatan utama.
Kegiatan pertama adalah Klinik Baca yang berkaitan dengan penguatan kemampuan membaca siswa.
Kegiatan kedua berupa Gerakan Satu Minggu Satu Buku yang bertujuan mendorong pembiasaan membaca.
Sementara itu, kegiatan ketiga adalah Simerak, sebuah wadah untuk mendorong siswa menghasilkan berbagai karya.
Ketiga kegiatan tersebut diharapkan saling mendukung dalam meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah dasar.
KLINIK BACA UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN MEMBACA
Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang dibutuhkan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Siswa yang mengalami kesulitan memahami bacaan dapat menghadapi hambatan ketika mempelajari berbagai mata pelajaran.
Melalui kegiatan Klinik Baca, sekolah diharapkan memberikan perhatian terhadap perkembangan keterampilan membaca.
Namun, publikasi Dinas Pendidikan belum menjelaskan secara terperinci mekanisme pelaksanaan Klinik Baca di setiap sekolah.
Karena itu, belum dapat disimpulkan seluruh SD di Kabupaten Cirebon sudah menerapkan kegiatan tersebut dengan jadwal dan metode yang sama.
GERAKAN SATU MINGGU SATU BUKU
Kegiatan kedua adalah Gerakan Satu Minggu Satu Buku.
Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca pada peserta didik.
Pembiasaan membaca diharapkan membantu siswa memperluas pengetahuan dan menambah pemahaman mengenai berbagai topik.
Guru dapat berperan memilih bahan bacaan sesuai perkembangan anak dan membantu siswa memahami isi buku.
Namun, laporan yang diperiksa belum memuat ketentuan teknis mengenai jenis buku, kewajiban membuat rangkuman, maupun sistem penilaian kegiatan.
Ketentuan tersebut tetap perlu mengikuti arahan penyelenggara dan sekolah masing-masing.
SIMERAK MENJADI WADAH KREATIVITAS SISWA
Selain kemampuan membaca, Klasa Cirebon juga memberikan perhatian kepada pengembangan kreativitas peserta didik.
Melalui Simerak, siswa didorong menghasilkan berbagai karya.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada murid mengembangkan gagasan dan mengekspresikan hasil pemikiran mereka.
Hasil karya dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar apabila disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Namun, Dinas Pendidikan belum merinci seluruh jenis karya yang diwajibkan dalam program Simerak.
KONSISTENSI PENILAIAN GURU MASIH MENJADI PERHATIAN
Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, menyampaikan hasil pengamatan mengenai pelaksanaan pembelajaran literasi dan numerasi.
Menurutnya, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan konsistensi guru dalam melakukan asesmen kemampuan siswa dan memilih strategi pembelajaran.
Dalam temuan yang disampaikan, penerapan kedua aspek tersebut disebut baru berada pada kisaran 50 persen.
Angka tersebut merupakan temuan dalam konteks pengamatan yang dijelaskan narasumber.
Belum terdapat rincian jumlah guru maupun sekolah yang menjadi sampel dalam laporan tersebut, sehingga tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai data seluruh guru Kabupaten Cirebon.
GURU PERLU MEMAHAMI KEBUTUHAN SETIAP SISWA
Agnes menekankan bahwa asesmen dan strategi pembelajaran perlu diterapkan secara konsisten.
Penilaian kemampuan siswa membantu guru mengetahui bagian materi yang sudah dikuasai dan aspek yang masih membutuhkan pendampingan.
Hasil penilaian dapat digunakan sebagai dasar merancang kegiatan belajar yang sesuai.
Dalam pembelajaran literasi, misalnya, guru perlu memahami perbedaan kemampuan membaca setiap siswa sebelum menentukan bentuk pendampingan.
Begitu pula pada numerasi, guru dapat menyesuaikan kegiatan dengan pemahaman konsep dasar yang telah dimiliki peserta didik.
PEMERINTAH DAERAH DUKUNG EDUKASI LINGKUNGAN
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon, Dangi, turut menyoroti peran pendidikan dalam membentuk kesadaran masyarakat.
Menurutnya, sekolah merupakan ruang penting untuk memperkenalkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu isu yang dapat diperkenalkan adalah perubahan iklim dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembelajaran tersebut diharapkan membantu siswa memahami pentingnya perilaku yang bertanggung jawab.
Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan mutu pendidikan.
BELUM ADA PENGUMUMAN HASIL AKHIR PROGRAM
Hingga 7 November 2026, Klasa Cirebon telah dijelaskan sebagai program yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Namun, belum terdapat laporan yang menyebutkan jumlah keseluruhan sekolah peserta, hasil peningkatan nilai literasi dan numerasi, atau tingkat keberhasilan program secara nasional.
Karena itu, manfaat program masih perlu dipantau melalui pelaksanaan serta evaluasi di lingkungan sekolah.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan pemerintah daerah.
Klasa Cirebon diharapkan menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kemampuan membaca, numerasi, dan kreativitas peserta didik sekolah dasar di wilayah Kabupaten Cirebon.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir