KebonCinta.com - Pemerintah Filipina memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan dengan menyediakan perangkat teknologi bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah negeri. Melalui Departemen Pendidikan (DepEd), pemerintah mengadakan 172.654 unit MacBook Neo dengan nilai kontrak mencapai 7,4 miliar peso atau sekitar Rp2,1 triliun.
Pengadaan tersebut menjadi bagian dari Program Komputerisasi DepEd yang ditujukan untuk mendukung aktivitas tenaga pendidik di seluruh wilayah Filipina. Setiap unit MacBook Neo diperoleh dengan harga sekitar 43.000 peso atau setara Rp12 juta. Harga tersebut lebih rendah sekitar 6.900 peso dibandingkan harga eceran yang disarankan sebesar 49.900 peso atau sekitar Rp14 juta.
Selain perangkat laptop, paket pengadaan mencakup garansi selama lima tahun, perangkat produktivitas bawaan, layanan pengiriman dan logistik, serta pengembangan profesional bagi para penerima. Masa garansi tersebut lebih panjang dibandingkan garansi standar pembelian ritel yang umumnya berlaku selama satu tahun.
Menteri Pendidikan Filipina Sonny Angara menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk mengurangi beban guru yang selama ini harus membeli laptop secara mandiri atau menggunakan perangkat lama untuk menunjang pekerjaan mereka. Pemerintah ingin memastikan tenaga pendidik memiliki fasilitas teknologi yang memadai dalam menjalankan tugas pembelajaran.
Baca Juga: Generasi Z vs Milenial, Ini Perbedaan Cara Pandang soal Teknologi, Karier, dan Kehidupan Digital
Distribusi perangkat dijadwalkan berlangsung mulai November 2026 hingga Maret 2027. Dengan tambahan pengadaan terbaru, total laptop yang disalurkan melalui Program Komputerisasi DepEd mencapai 231.725 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 169.008 unit MacBook Neo dan 62.717 laptop berbasis Windows.
Selain diberikan kepada guru, DepEd juga mengalokasikan 3.646 unit MacBook Neo bagi tenaga kependidikan. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat mendukung pekerjaan administrasi dan operasional sekolah.
Baca Juga: WhatsApp Punya Enkripsi Ketat, Bisakah Ditembus Teknologi Sadap LIMS? Ini Kata Ahli
Transformasi digital pendidikan di Filipina tidak berhenti pada pengadaan laptop. DepEd turut menjalin kemitraan dengan Apple untuk meluncurkan GuroXL, sebuah kerangka pelatihan yang dirancang membantu guru mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran di kelas.
Program tersebut dikembangkan bersama Akademi Pendidik Nasional Filipina. Melalui pelatihan ini, para pendidik dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi Apple Teacher serta memperoleh kredensial khusus di bidang kepemimpinan teknologi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membutuhkan dukungan perangkat sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Laptop yang tersedia perlu diimbangi dengan kemampuan guru dalam menggunakannya sebagai sarana pembelajaran yang efektif.
DepEd juga akan menggelar kegiatan peluncuran secara bertahap di berbagai klaster dan megaklaster yang mencakup wilayah Luzon, Visayas, dan Mindanao. Rangkaian kegiatan dimulai pada November 2026, termasuk sesi pengenalan dan pembukaan laptop secara interaktif bagi para guru.
Sementara itu, CEO Apple John Ternus menyebut kerja sama dengan DepEd Filipina tersebut sebagai kesepakatan pendidikan terbesar yang pernah dilakukan Apple untuk produk Mac.
Melalui pengadaan perangkat dan program pelatihan, pemerintah Filipina berupaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keberhasilan kebijakan ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah laptop yang dibagikan, tetapi juga dari sejauh mana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir