Keboncinta.com-- Investasi sering terlihat seperti kegiatan yang hanya bisa dilakukan orang dengan penghasilan besar.
Ketika gaji masih pas-pasan, uang biasanya sudah habis untuk makan, transportasi, tagihan, dan kebutuhan lainnya.
Kuncinya bukan seberapa besar nominal yang diinvestasikan, melainkan apakah jumlah tersebut memang sesuai kemampuan. Lantas, bagaimana cara memulainya ketika gaji masih terbatas?
1. Mulai dari Nominal Kecil
Tidak perlu langsung menyisihkan jutaan rupiah. Nominal seperti Rp50 ribu atau Rp100 ribu per bulan bisa menjadi awal untuk membangun kebiasaan.
Besarnya dapat disesuaikan dengan penghasilan dan pengeluaran rutin.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Sebelum berinvestasi, periksa kembali pengeluaran bulanan. Bedakan biaya yang memang wajib dibayar dengan pengeluaran yang masih bisa dikurangi, seperti belanja impulsif, terlalu sering makan di luar, atau langganan layanan yang jarang digunakan.
3. Pilih Instrumen Sesuai Kemampuan
Pemula sebaiknya tidak memilih investasi hanya karena sedang populer. Pahami terlebih dahulu risiko, jangka waktu, biaya, dan cara kerja instrumen yang dipilih.
4. Konsisten dan Naikkan Bertahap
Ketika mendapat kenaikan gaji, bonus, atau penghasilan tambahan, sebagian dana dapat ditambahkan ke investasi.
Gaji pas-pasan bukan berarti tidak bisa memulai untuk investasi.
Selama kebutuhan utama tetap aman dan nominal yang dipilih sesuai kemampuan, investasi bisa dimulai dari langkah sederhana.