Keboncinta.com – Ketika hak dirampas, seseorang bisa mengalami kekecewaan, kemarahan, hingga kehilangan rasa aman. Terlebih jika berbagai upaya untuk memperoleh keadilan belum membuahkan hasil. Dalam keadaan seperti ini, Islam mengajarkan umatnya agar tetap bersabar, berusaha memperjuangkan hak, dan memohon pertolongan Allah SWT.
Doa memohon keadilan ketika hak dirampas menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk meminta perlindungan dan keteguhan hati. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.
Dalam hadis riwayat Bukhari nomor 2448, Rasulullah SAW berpesan agar umatnya berhati-hati terhadap doa orang yang terzalimi karena tidak ada penghalang antara doa tersebut dan Allah.
Salah satu doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi ketidakadilan terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 89. Doa ini dipanjatkan Nabi Syu'aib AS ketika menghadapi penolakan dan ancaman dari kaumnya.
Arab:
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
Latin:
Rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."
Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan keputusan yang benar dan adil. Seorang Muslim dapat mengamalkannya ketika menghadapi perselisihan atau merasa diperlakukan tidak adil.
Baca Juga: Doa Nabi Zakaria Agar Dikaruniai Anak: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Hikmah
Dalam Surah Al-Anbiya ayat 112, terdapat doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW.
Arab:
رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
Latin:
Rabbiḥkum bil-ḥaqq, wa rabbunar-raḥmānul-musta‘ānu ‘alā mā taṣifūn.
Artinya:
"Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan tempat memohon pertolongan atas semua yang kamu katakan."
Doa tersebut mengajarkan bahwa Allah merupakan tempat terbaik untuk meminta pertolongan ketika menghadapi tuduhan, perselisihan, maupun perlakuan yang tidak adil.
Ketika menghadapi tekanan dan merasa tidak berdaya, seorang Muslim juga dapat mengingat doa Nabi Nuh AS dalam Surah Al-Qamar ayat 10.
Arab:
رَبِّ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ
Latin:
Rabbi annī maghlūbun fantaṣir.
Artinya:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah aku."
Doa ini merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia sekaligus permohonan agar Allah memberikan pertolongan.
Baca Juga: 4 Doa Nabi Sulaiman untuk Meminta Rezeki Melimpah dan Memikat Hati Wanita
Berdoa bukan berarti menyerah terhadap ketidakadilan. Doa justru membantu seseorang menjaga ketenangan dan mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan.
Selain itu, doa mengajarkan pentingnya tawakal, menghindari tindakan balas dendam, serta tetap berusaha menempuh jalan yang benar. Islam membolehkan seseorang memperjuangkan haknya melalui jalur hukum, mediasi, dan cara lain yang dibenarkan.
Doa dapat dipanjatkan kapan saja. Namun, seorang Muslim dapat memanfaatkan waktu-waktu yang memiliki keutamaan, seperti sepertiga malam terakhir, ketika sujud, dan antara azan dengan iqamah.
Pada akhirnya, ketika hak dirampas, jangan biarkan kemarahan mendorong tindakan yang melampaui batas. Teruslah berdoa, berikhtiar, dan memohon agar Allah memberikan jalan keluar serta keputusan yang adil.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir