Berita
Hilmi An Naufal

Indonesia Bawa Pulang 9 Penghargaan dari WorldSkills Shanghai 2026, Raih Perak hingga Medal for Excellence

Indonesia Bawa Pulang 9 Penghargaan dari WorldSkills Shanghai 2026, Raih Perak hingga Medal for Excellence

29 September 2026 | 22:34

Keboncinta.com-- Talenta muda pendidikan vokasi Indonesia membawa pulang prestasi dari WorldSkills Competition Shanghai 2026, salah satu kompetisi keterampilan terbesar tingkat dunia.

Kontingen Indonesia berhasil memperoleh sembilan penghargaan yang terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu serta enam Medal for Excellence.

Para peserta Indonesia tiba kembali di Tanah Air dan mendapat penyambutan di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta pada Selasa, 29 September 2026.

Indonesia mengirimkan 20 kompetitor untuk bertanding pada 17 bidang keterampilan.

Para peserta berasal dari latar belakang siswa dan alumni SMK maupun institusi pendidikan dan mitra industri.

Medali perak berhasil diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development.

Pada kompetisi tersebut, peserta ditantang mengembangkan dan memodifikasi sistem perangkat lunak untuk menjawab kebutuhan dunia usaha.

Edsel harus melewati proses persiapan intensif sebelum berkompetisi.

Ia menjalani pelatihan selama berbulan-bulan dengan mengerjakan berbagai contoh persoalan, termasuk materi kompetisi tahun sebelumnya.

Dua medali perunggu diraih melalui bidang yang berbeda.

Fatima Rani Al Husna Prameswara memperoleh medali perunggu dalam bidang Restaurant Service.

Sementara Rash Asyari Amyris Thalib membawa pulang medali perunggu pada bidang IT Network Systems Administration.

Fatima merupakan alumni SMKN 57 Jakarta yang kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Pariwisata Trisakti.

Perjalanan menuju WorldSkills tidak berlangsung dalam waktu singkat.

Ia melewati kompetisi dari tingkat sekolah hingga Lomba Kompetensi Siswa, kemudian berlanjut ke berbagai tahapan seleksi dan pembinaan.

Latihan juga tidak hanya dilakukan di pusat pelatihan.

Fatima memperoleh pengalaman langsung di industri agar terbiasa menghadapi situasi kerja profesional, termasuk melayani tamu dengan latar belakang internasional.

Selain tiga medali utama, enam Medal for Excellence juga berhasil diperoleh peserta Indonesia.

Penghargaan tersebut datang dari sejumlah bidang keterampilan seperti Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Mechatronics, Refrigeration and Air Conditioning serta Automobile Technology.

WorldSkills Shanghai 2026 berlangsung pada akhir September di Shanghai, Tiongkok.

Ajang tersebut mempertemukan talenta keterampilan muda dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan berdasarkan standar kompetensi internasional.

Bidang yang dilombakan sangat beragam.

Tidak hanya teknologi informasi, tetapi juga elektronika, otomotif, tata boga, layanan restoran, pendingin dan tata udara, mekatronika, teknologi web hingga berbagai keterampilan industri.

Bagi pendidikan vokasi Indonesia, kompetisi semacam WorldSkills mempunyai fungsi lebih luas dibandingkan sekadar mencari medali.

Ajang internasional tersebut dapat digunakan untuk membandingkan standar keterampilan siswa dan alumni pendidikan vokasi Indonesia dengan standar yang digunakan negara lain.

Pengalaman para peserta juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, lembaga pelatihan dan industri dalam melihat perkembangan teknologi serta kebutuhan keterampilan dunia kerja.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti ketika menyambut kontingen menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap prestasi para peserta.

Keterampilan yang dimiliki para peraih penghargaan diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam dunia usaha dan dunia industri.

Hal tersebut penting karena tujuan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan peserta yang mampu memenangkan lomba.

Lulusan juga diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan dan dapat memberikan kontribusi nyata melalui keterampilannya.

Prestasi di Shanghai dapat menjadi motivasi bagi siswa SMK lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

Perjalanan para peserta menunjukkan bahwa pencapaian di tingkat dunia membutuhkan proses panjang mulai dari latihan, kegagalan, evaluasi, pembinaan hingga pengalaman langsung di industri.

Bagi sekolah, pencapaian ini juga dapat menjadi pengingat pentingnya pembelajaran praktik dan hubungan yang kuat antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.

Dengan satu medali perak, dua perunggu dan enam Medal for Excellence, kontingen Indonesia menutup WorldSkills Shanghai 2026 dengan pengalaman sekaligus capaian yang dapat menjadi modal untuk pengembangan pendidikan vokasi berikutnya.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna