Indonesia Siapkan Riset Genomik 435 Spesies Tanaman Herbal, Tsinghua Diajak Kolaborasi dengan IT Del
04 Oktober 2026
| 21:17
DENPASAR — Kekayaan tanaman herbal Indonesia mulai didorong untuk dikaji lebih dalam menggunakan teknologi genomik. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengajak Universitas Tsinghua dari China bekerja sama dengan peneliti Indonesia untuk mengembangkan penelitian terhadap ratusan spesies tanaman herbal. Penelitian tersebut dipusatkan melalui ekosistem riset Institut Teknologi Del atau IT Del di Sumatera Utara. Menurut Luhut, terdapat sekitar 435 spesies herbal yang telah menjadi bagian dari pengembangan ekosistem penelitian tersebut. Jumlah yang besar memberikan peluang bagi ilmuwan untuk mempelajari karakter genetik tanaman secara lebih mendalam. Genomik merupakan bidang ilmu yang mempelajari keseluruhan materi genetik sebuah organisme. Pada tanaman, penelitian semacam ini dapat membantu ilmuwan memahami karakteristik biologis, keragaman genetik dan berbagai potensi yang sebelumnya sulit diketahui hanya melalui pengamatan biasa. Penelitian tidak berarti setiap tanaman otomatis dapat dijadikan obat. Setiap potensi tetap membutuhkan pembuktian ilmiah melalui tahapan penelitian yang ketat, termasuk keamanan, efektivitas dan kemungkinan pemanfaatannya. Karena itu, pengembangan bank gen dan fasilitas penelitian menjadi penting. Data ilmiah yang baik dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjadi dasar bagi penelitian lanjutan. Luhut menyebut IT Del tengah mengembangkan kemampuan penelitian genomik dan bank gen herbal. Ia berharap peneliti Indonesia dapat bekerja bersama ilmuwan Tsinghua dalam penelitian bersama, pertukaran peneliti, pengembangan laboratorium hingga publikasi ilmiah. Kolaborasi internasional juga dinilai dapat mempercepat transfer pengetahuan. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar, sementara universitas internasional memiliki pengalaman, teknologi dan jaringan penelitian yang dapat memperkuat proses kajian. Namun pemanfaatan sumber daya hayati tetap perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Tanaman herbal bukan sekadar bahan ekonomi, melainkan bagian dari keanekaragaman alam yang juga harus dilestarikan. Karena itu, penelitian seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem dan pengetahuan masyarakat lokal. Apabila dikembangkan dengan baik, riset genomik dapat membuka jalan menuju inovasi di bidang kesehatan, bioteknologi, pertanian maupun industri berbasis hayati. Nilai tambah juga dapat diciptakan di dalam negeri sehingga Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam.
Tags:
Sains
Komentar Pengguna