Ingin Membuat Latte Jahe? Pasien Penyakit Ginjal Perlu Memperhatikan Pilihan Susu

Ingin Membuat Latte Jahe? Pasien Penyakit Ginjal Perlu Memperhatikan Pilihan Susu

13 Oktober 2026 | 14:49

KebonCinta.com - Menambahkan susu ke dalam seduhan jahe bisa menghasilkan minuman yang lebih lembut dan creamy. Namun, bagi pasien penyakit ginjal, memilih susu untuk latte jahe perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan masing-masing.

Susu sapi maupun susu nabati memiliki kandungan mineral yang berbeda. Karena itu, pilihan tidak cukup ditentukan oleh rasa atau anggapan bahwa produk berbahan tumbuhan selalu lebih cocok untuk ginjal.

Pilihan Susu Latte Jahe Perlu Memperhatikan Mineral

National Kidney Foundation menjelaskan bahwa beberapa alternatif susu dapat mengandung kalium dan fosfor lebih rendah dibandingkan susu sapi. Namun, kandungannya bervariasi, terutama jika produk memiliki bahan tambahan.

Baca Juga: Apakah Aman Minum Teh Jahe Setiap Hari? Ini Penjelasannya 

Jenis susu dan jumlah yang sesuai juga bergantung pada tahap penyakit ginjal serta jenis dialisis yang dijalani. Pada pasien hemodialisis, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Artinya, susu almond, kedelai, oat, atau beras tidak bisa langsung dianggap memiliki kandungan mineral yang sama. Bahkan, produk dengan bahan dasar serupa dapat berbeda antarmerek.

Periksa Label Susu Sebelum Membuat Latte Jahe

Sebelum membeli, bandingkan informasi gizi berdasarkan ukuran sajian yang sama. Perhatikan kandungan kalium jika dicantumkan, kemudian baca daftar bahan untuk mengetahui adanya tambahan fosfat.

National Kidney Foundation mengingatkan bahwa fosfor dapat tetap ada meskipun tidak tercantum dalam tabel informasi gizi. Bahan seperti tricalcium phosphate atau phosphoric acid menunjukkan adanya tambahan fosfat yang lebih mudah diserap dibandingkan fosfor alami.

Pilihan tanpa tambahan gula juga patut dipertimbangkan. Namun, label “tanpa gula” tidak otomatis berarti rendah kalium atau fosfor; kandungan mineral dan daftar bahannya tetap perlu diperiksa.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Bisa Menjadi Tanda Masalah Ginjal 

Porsi Susu Latte Jahe Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasien

Tidak semua pasien penyakit ginjal harus membatasi susu nabati karena kalium atau fosfor. National Kidney Foundation menyebut pembatasan tersebut perlu mengikuti arahan ahli gizi ginjal sesuai kondisi pasien.

Saat berkonsultasi, bawa foto label atau kemasan susu yang ingin digunakan. Informasi tersebut membantu tenaga kesehatan menilai komposisi produk dan menentukan porsi yang sesuai.

Catat pula berapa banyak susu yang dipakai dalam satu cangkir. Dengan begitu, penilaian tidak hanya berdasarkan jenis produk, tetapi juga jumlah yang benar-benar dikonsumsi.

Baca Juga: Waspada Penyakit Ginjal, Ini Tanda Awal yang Bisa Muncul pada Tubuh 

Latte jahe tetap dapat menjadi variasi minuman jika bahan dan porsinya cocok dengan rencana makan pasien. Penambahan jahe tidak menghilangkan kandungan mineral susu, sehingga pemilihan produknya tetap perlu diperhatikan.

Tags:
Susu Jahe Latte Ginjal

Komentar Pengguna