Keboncinta.com-- Penyakit ginjal sering kali berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan keluhan yang jelas. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang baru menyadari adanya gangguan ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan cukup jauh.
Padahal, beberapa perubahan pada tubuh dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Perubahan saat buang air kecil, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, hingga rasa lelah yang terus-menerus merupakan beberapa keluhan yang patut dicermati.
Meski gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal, mengenalinya lebih awal dapat membantu seseorang menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Jeruk yang Jarang Diketahui, Bukan Cuma untuk Bikin Masakan Harum
Salah satu perubahan yang dapat diperhatikan adalah pola buang air kecil. Gangguan pada ginjal atau saluran kemih dapat disertai perubahan frekuensi, jumlah, atau karakter urine.
Urine yang tampak lebih berbusa, berubah warna, atau mengandung darah juga perlu mendapatkan perhatian. Namun, perubahan urine tidak selalu disebabkan oleh penyakit ginjal karena dapat berkaitan dengan dehidrasi, infeksi saluran kemih, makanan, obat-obatan, maupun kondisi lainnya.
Rasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil juga sebaiknya tidak diabaikan, terutama apabila disertai demam, nyeri pinggang, atau perubahan urine yang tidak biasa.
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Jeruk yang Jarang Diketahui, Bukan Cuma untuk Bikin Masakan Harum
Ginjal membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, tubuh dapat mengalami penumpukan cairan yang pada kondisi tertentu menyebabkan edema atau pembengkakan.
Pembengkakan dapat terlihat pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau bagian tubuh lainnya.
Meski demikian, pembengkakan juga memiliki banyak kemungkinan penyebab. Karena itu, pembengkakan yang muncul tanpa sebab jelas, menetap, atau semakin parah sebaiknya diperiksakan.
Rasa lelah setelah melakukan aktivitas berat merupakan hal yang normal. Namun, kelelahan yang terus berlangsung tanpa alasan yang jelas patut diperhatikan.
Pada penyakit ginjal kronis, penurunan fungsi ginjal dapat berkaitan dengan anemia dan penumpukan zat sisa dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lemas, mudah lelah, atau mengalami penurunan kemampuan beraktivitas.
Jika kelelahan berlangsung lama dan tidak membaik meskipun sudah mendapatkan istirahat yang cukup, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai akibat kurang tidur saja.
Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah. Sebaliknya, tekanan darah tinggi juga merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit ginjal.
Karena hubungan tersebut, tekanan darah yang terus tinggi perlu mendapatkan perhatian. Seseorang yang mengalami hipertensi sebaiknya menjalani pemeriksaan dan pengelolaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Penting dipahami bahwa tekanan darah tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Gangguan fungsi ginjal yang sudah cukup berat dapat menyebabkan zat sisa metabolisme menumpuk dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat disertai keluhan seperti mual, perubahan selera makan, atau nafsu makan yang menurun.
Keluhan ini memang sangat umum dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya. Namun, apabila muncul terus-menerus bersamaan dengan gejala lain seperti perubahan urine, pembengkakan, atau kelelahan, pemeriksaan medis menjadi penting.
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah penyakit ginjal, khususnya penyakit ginjal kronis, dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, hanya mengandalkan gejala untuk mengetahui kondisi ginjal tidak cukup. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi gangguan fungsi ginjal lebih dini, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga penyakit ginjal.
Pemeriksaan dapat meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan darah dan urine sesuai penilaian tenaga kesehatan.
Jangan menunggu gejala menjadi semakin berat untuk mencari pertolongan.