Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Jangan Asal Masukkan ke Kulkas, Ini Cara Tepat Menyimpan Bahan Makanan Hewani

Jangan Asal Masukkan ke Kulkas, Ini Cara Tepat Menyimpan Bahan Makanan Hewani

29 Oktober 2026 | 09:35

KebonCinta.com-- Menyimpan bahan makanan hewani tidak cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam kulkas. Cara pengemasan, pengaturan suhu, hingga penempatan bahan makanan juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga dan risiko kontaminasi bisa dikurangi.

Daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, dan berbagai jenis makanan laut termasuk bahan pangan yang mudah mengalami penurunan kualitas. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang atau disimpan dengan cara yang keliru, bahan makanan tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit.

Karena itu, memahami cara menyimpan bahan makanan hewani dengan benar menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus mengurangi pemborosan makanan di rumah.

Baca Juga: Contoh RPP SKI Kelas 11 Semester Genap, Lengkap dengan Komponen dan Langkah Pembelajaran 

1. Atur Suhu Kulkas agar Bahan Makanan Tetap Segar

Kulkas menjadi tempat penyimpanan yang praktis untuk bahan makanan hewani yang akan digunakan dalam waktu dekat. Pastikan suhu lemari pendingin berada pada 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri, meskipun tidak sepenuhnya menghentikannya.

Setiap jenis bahan makanan juga sebaiknya ditempatkan dengan cara yang tepat.

Daging sapi dan kambing sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di bagian bawah kulkas. Posisi ini membantu mencegah cairan daging mentah menetes ke makanan lain.

Daging ayam dan unggas lainnya perlu dikemas rapat dan diletakkan terpisah dari bahan makanan siap santap. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Ikan dan makanan laut sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di bagian terdingin kulkas. Jika tidak akan dimasak dalam waktu dekat, segera pindahkan ke freezer.

Telur dapat disimpan di dalam kulkas, sebaiknya tetap berada dalam karton aslinya. Hindari mencuci telur sebelum disimpan karena dapat merusak lapisan pelindung alami cangkangnya. Jika telur perlu dibersihkan, lakukan dengan cara yang sesuai sebelum digunakan.

Susu, yoghurt, dan keju perlu disimpan mengikuti petunjuk pada kemasan. Setelah dibuka, tutup kembali dengan rapat dan kembalikan ke kulkas sesegera mungkin.

2. Gunakan Freezer untuk Penyimpanan Lebih Lama

Jika bahan makanan belum akan dimasak dalam waktu dekat, freezer bisa menjadi pilihan. Suhu freezer idealnya dipertahankan pada minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Pada suhu tersebut, pertumbuhan mikroorganisme terhenti selama makanan tetap beku. Namun, pembekuan tidak selalu membunuh seluruh bakteri, sehingga bahan makanan tetap harus ditangani dan dimasak dengan benar.

Sebelum dibekukan, daging dapat dibagi menjadi beberapa porsi sesuai kebutuhan sekali memasak. Cara ini memudahkan pengambilan bahan makanan tanpa perlu mencairkan seluruh persediaan.

Gunakan kantong khusus freezer atau wadah yang kuat, bersih, dan kedap udara. Keluarkan udara sebanyak mungkin dari kemasan, lalu tuliskan nama bahan makanan beserta tanggal penyimpanannya.

Langkah tersebut membantu mengatur persediaan dan memudahkan Anda menggunakan bahan makanan yang disimpan lebih dahulu.

Perlu diketahui, bahan makanan yang terus-menerus disimpan dalam kondisi beku umumnya tetap aman lebih lama, tetapi kualitas rasa dan teksturnya dapat menurun seiring waktu. Lama penyimpanan terbaik bergantung pada jenis bahan makanan dan cara pengemasannya.

Baca Juga: Kopi Robusta vs Arabika, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaan Rasa, Kafein, dan Manfaatnya 

3. Kenali Freezer Burn dan Cara Mencegahnya

Pernah menemukan daging beku yang permukaannya tampak kering, berubah warna, atau memiliki bercak keputihan?

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Penyimpanan makanan Bahan makanan hewani Cara menyimpan daging

Komentar Pengguna