Freezer burn terjadi ketika permukaan makanan kehilangan kelembapan akibat paparan udara selama penyimpanan beku. Kondisi ini umumnya memengaruhi kualitas, rasa, dan tekstur, bukan berarti makanan otomatis menjadi tidak aman dikonsumsi.
Untuk mengurangi risiko freezer burn, pastikan kemasan tertutup rapat dan sesuai untuk penyimpanan beku. Hindari membiarkan makanan terbuka di dalam freezer dan segera kemas kembali setelah mengambil sebagian isinya.
Pembekuan yang dilakukan sesegera mungkin setelah bahan makanan dibeli atau disiapkan juga membantu menjaga kualitasnya. Meski demikian, jangan membekukan bahan makanan yang sudah terlalu lama berada pada suhu ruang.
Salah satu kesalahan penyimpanan yang perlu dihindari adalah meletakkan daging mentah berdekatan dengan makanan yang sudah matang atau siap dimakan.
Cairan dari daging, ayam, maupun ikan mentah dapat membawa mikroorganisme ke makanan lain. Oleh sebab itu, simpan bahan mentah dalam wadah tertutup dan letakkan di rak bawah kulkas.
Gunakan talenan dan peralatan berbeda untuk bahan mentah serta makanan matang jika memungkinkan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum serta sesudah menangani bahan makanan mentah.
Jangan lupa membersihkan permukaan meja, pisau, dan peralatan memasak yang bersentuhan dengan bahan pangan mentah.
Mencairkan daging atau ikan beku juga membutuhkan perhatian. Hindari membiarkan bahan makanan mencair di atas meja dapur selama berjam-jam karena bagian luarnya dapat mencapai suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Cara yang lebih aman adalah memindahkannya dari freezer ke kulkas hingga mencair. Jika membutuhkan waktu lebih singkat, gunakan microwave atau rendam bahan makanan dalam kantong kedap air dengan air dingin yang diganti secara berkala. Bahan makanan yang dicairkan menggunakan microwave atau air dingin sebaiknya segera dimasak.
Setelah mencair, jangan membekukan kembali bahan makanan secara sembarangan. Daging yang dicairkan di dalam kulkas umumnya dapat dibekukan kembali tanpa dimasak, meskipun kualitasnya mungkin berkurang. Sebaliknya, bahan makanan yang dicairkan dengan microwave atau air dingin perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dibekukan kembali.
Baca Juga: 7 Fakta Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia yang Terkenal Mahal hingga ke Mancanegara
Sebelum memasak, perhatikan kondisi bahan makanan dan petunjuk penyimpanan pada kemasannya. Bau tidak sedap, tekstur berlendir, atau perubahan warna yang tidak biasa dapat menjadi tanda kerusakan.
Namun, makanan yang terlihat dan berbau normal belum tentu bebas dari bakteri berbahaya. Karena itu, jangan hanya mengandalkan indra penciuman atau penampilan untuk menentukan keamanannya.
Perhatikan pula tanggal kedaluwarsa atau batas penggunaan yang tertera pada kemasan, terutama untuk susu dan produk olahannya. Jika bahan makanan sudah terlalu lama berada pada suhu ruang atau riwayat penyimpanannya tidak jelas, pilihan paling aman adalah membuangnya.
Menjaga bahan makanan hewani tetap segar membutuhkan kebiasaan penyimpanan yang tepat. Atur suhu kulkas maksimal 4 derajat Celsius, pertahankan freezer pada minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah, gunakan kemasan tertutup, dan pisahkan bahan mentah dari makanan matang.
Selain membantu mempertahankan kualitas daging, ikan, telur, dan susu, langkah sederhana tersebut juga dapat mengurangi risiko kontaminasi serta pemborosan makanan. Dengan pengelolaan yang baik, persediaan bahan makanan di rumah menjadi lebih teratur dan aman untuk diolah.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir