Keboncinta.com — Mengaji merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain memperhatikan adab ketika memulai dan membaca Al-Qur'an, umat Islam juga dianjurkan menjaga adab ketika mengakhiri kegiatan mengaji.
Sayangnya, adab mengakhiri kegiatan mengaji terkadang terlupakan. Sebagian orang langsung meninggalkan tempat setelah selesai membaca Al-Qur'an, tanpa menutup majelis dengan doa.
Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk mengakhiri majelis. Salah satunya adalah doa kafaratul majelis yang berisi pujian kepada Allah, pengakuan atas keesaan-Nya, serta permohonan ampun dan taubat.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga menjelaskan kesunnahan memulai dan mengakhiri doa dengan hamdalah serta shalawat. Sementara itu, dalam kitab At-Tibyan, beliau menerangkan anjuran memperbanyak doa setelah selesai membaca Al-Qur'an, termasuk mendoakan kebaikan bagi kaum Muslimin.
Berikut sejumlah adab mengakhiri kegiatan mengaji beserta bacaan doa dan keutamaannya.
Salah satu adab utama ketika mengakhiri kegiatan mengaji adalah membaca doa kafaratul majelis. Doa ini dikenal sebagai penutup majelis sekaligus permohonan ampun atas kekurangan atau kesalahan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW disebutkan senantiasa mengakhiri majelis dengan kalimat tertentu.
Berikut bacaan doa kafaratul majelis:
Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin:
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Artinya:
"Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu."
Doa tersebut dianjurkan dibaca sebelum seseorang meninggalkan tempat duduk atau majelis. Kandungannya mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memuji Allah, mengakui keesaan-Nya, serta memohon ampun atas kekurangan selama beraktivitas.
Baca Juga: Benarkah Doa Orang yang Khatam Al-Qur'an Sangat Mustajab? Ini Penjelasan Haditsnya
Adab berikutnya adalah memanjatkan doa setelah selesai membaca Al-Qur'an. Anjuran ini semakin ditekankan ketika seseorang telah menyelesaikan bacaan 30 juz atau mengkhatamkan Al-Qur'an.
Imam an-Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an menjelaskan bahwa berdoa setelah khatam Al-Qur'an termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Doa yang dipanjatkan hendaknya mencakup berbagai permohonan penting, terutama yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan kemaslahatan umat Islam.
Selain memohon kebaikan untuk diri sendiri, seorang Muslim dianjurkan mendoakan keluarga, saudara seiman, serta para pemimpin agar memperoleh petunjuk dan kebaikan.
Dengan demikian, kegiatan mengaji tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Bagi umat Islam yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an sebanyak 30 juz, terdapat doa khatam yang dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim.
Salah satu doa yang masyhur tercantum dalam kitab At-Tibyan karya Imam an-Nawawi.
Arab:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نَسِيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Latin:
Allahummarhamni bil-Qur'an, waj'alhu li imaman wa nuran wa hudan wa rahmatan. Allahumma dzakkirni minhu ma nasitu wa 'allimni minhu ma jahiltu, warzuqni tilawatahu ana'al-laili wa athrafan-nahar, waj'alhu li hujjatan ya rabbal-'alamin.
Artinya:
"Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya, ajarilah aku atas apa yang belum aku ketahui darinya, berikanlah kepadaku rezeki untuk membacanya sepanjang malam dan ujung siang, serta jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai Tuhan semesta alam."
Doa tersebut mengandung harapan agar Al-Qur'an senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan. Seorang Muslim juga memohon agar Allah membantunya mengingat ayat-ayat yang terlupakan dan memahami kandungan yang belum diketahui.
Ketika mengakhiri kegiatan mengaji, umat Islam juga dianjurkan menyempurnakan doa dengan membaca hamdalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa para ulama menganjurkan memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Keduanya juga dianjurkan sebagai penutup doa.
Hamdalah merupakan bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur'an.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir