Dengan membiasakan membaca hamdalah dan shalawat, seorang Muslim diharapkan dapat mengakhiri kegiatan ibadah dengan penuh rasa syukur.
Sebagian masyarakat Muslim memiliki kebiasaan membaca Surah Al-Fatihah setelah doa bersama atau ketika mengakhiri majelis pengajian.
Surah Al-Fatihah merupakan surah pembuka dalam Al-Qur'an yang memiliki kedudukan istimewa. Kandungannya mencakup pujian kepada Allah, pengakuan atas kekuasaan-Nya, serta permohonan petunjuk menuju jalan yang lurus.
Meskipun tidak terdapat dalil khusus yang secara langsung memerintahkan membaca Al-Fatihah sebagai penutup setiap kegiatan mengaji, praktik tersebut dikenal dalam tradisi sebagian kalangan Muslim.
Sejumlah ulama membolehkan praktik ini sebagai bentuk tabarruk atau mencari keberkahan melalui bacaan Al-Qur'an, selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau ketentuan khusus yang harus dilakukan setiap selesai mengaji.
Adab lain yang tidak kalah penting adalah mendoakan kebaikan bagi kaum Muslimin dan para pemimpin.
Imam an-Nawawi dalam kitab At-Tibyan menjelaskan bahwa doa setelah membaca Al-Qur'an sebaiknya tidak hanya berisi kepentingan pribadi. Doa tersebut juga dianjurkan mencakup kebaikan umat Islam dan para pemimpin mereka.
Anjuran ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan mendoakan saudara Muslim tanpa sepengetahuannya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seorang Muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya yang tidak hadir, malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan kebaikan serupa untuk orang yang berdoa. (HR. Muslim).
Oleh karena itu, mengakhiri kegiatan mengaji dengan mendoakan orang lain menjadi salah satu cara menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Membiasakan adab ketika mengakhiri kegiatan mengaji memiliki sejumlah keutamaan. Berikut beberapa di antaranya.
Membaca doa kafaratul majelis merupakan bentuk permohonan ampun kepada Allah atas kekurangan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Kesalahan tersebut dapat berupa perkataan yang tidak bermanfaat, kelalaian, atau sikap yang kurang baik selama berada dalam majelis.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diajak untuk selalu melakukan introspeksi dan memohon ampun kepada Allah.
Doa penutup majelis mengandung pujian kepada Allah dan pengakuan atas keesaan-Nya. Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas, termasuk membaca dan mempelajari Al-Qur'an, berlangsung atas pertolongan Allah.
Mengakhiri kegiatan mengaji dengan zikir juga membantu menjaga kesadaran spiritual setelah seseorang selesai beribadah.
Membaca doa penutup majelis merupakan salah satu amalan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dengan membiasakannya setelah mengaji, umat Islam dapat menghidupkan tuntunan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan ini juga mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya memperhatikan pelaksanaannya, tetapi juga bagaimana seseorang mengakhirinya.
Berdoa setelah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an merupakan amalan yang dianjurkan oleh sejumlah ulama.
Imam an-Nawawi dalam At-Tibyan menjelaskan pentingnya bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa setelah khatam. Doa tersebut dapat mencakup permohonan ampunan, petunjuk, kebaikan akhirat, serta kemaslahatan kaum Muslimin.
Karena itu, momen setelah khatam Al-Qur'an sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah.
Mendoakan keluarga, saudara seiman, dan para pemimpin mengajarkan bahwa kegiatan mengaji tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.
Melalui doa bersama, seseorang belajar memperhatikan keadaan orang lain dan memohon agar kehidupan masyarakat senantiasa berada dalam kebaikan.
Baca Juga: Sering Dibaca Dalam Hati, Doa Masuk WC Ternyata Lebih Utama Dikeraskan Karena Alasan Ini
Salah satu doa yang dianjurkan setelah selesai mengaji adalah doa kafaratul majelis:
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Artinya, "Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu."
Doa kafaratul majelis memiliki dasar hadis yang diriwayatkan antara lain oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Hadis tersebut menjelaskan keutamaan membaca doa ini sebelum seseorang meninggalkan majelis.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir