Pendidikan
Rahman Abdullah

Jangan Keliru, Ini Beda ASLM dan Asesmen Formatif serta Cara Menggunakannya

Jangan Keliru, Ini Beda ASLM dan Asesmen Formatif serta Cara Menggunakannya

23 September 2026 | 19:49

Keboncinta.com-- Asesmen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Melalui asesmen, guru dapat memperoleh gambaran tentang pemahaman, perkembangan, serta capaian peserta didik selama mengikuti proses belajar.

Namun, setiap asesmen memiliki fungsi yang berbeda. Dua bentuk asesmen yang perlu dipahami guru adalah Asesmen Sumatif Lingkup Materi (ASLM) dan asesmen formatif.

Meskipun keduanya sama-sama memberikan informasi tentang proses belajar siswa, terdapat perbedaan dari sisi waktu pelaksanaan, tujuan, hingga cara memanfaatkan hasilnya.

Memahami perbedaan tersebut penting agar asesmen tidak hanya berakhir pada pemberian nilai. Informasi yang diperoleh seharusnya dapat membantu guru menentukan langkah pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Baca Juga: PTN Gratis Bisa Dimulai dari Mahasiswa Baru atau Desil 4, Ini Penjelasan Kemdiktisaintek

ASLM Digunakan Setelah Satu Lingkup Materi Selesai

Asesmen Sumatif Lingkup Materi atau ASLM digunakan untuk melihat tingkat pencapaian siswa setelah suatu lingkup materi atau kompetensi selesai diberikan.

Sebagai contoh, guru kelas VI telah menyelesaikan pembelajaran mengenai pecahan. Setelah seluruh materi dalam lingkup tersebut selesai dipelajari, guru dapat melaksanakan ASLM untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai kompetensi yang telah ditargetkan.

Hasil asesmen kemudian memberikan gambaran mengenai capaian masing-masing peserta didik. Informasi tersebut dapat digunakan guru untuk menentukan kegiatan lanjutan.

Peserta didik yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan dapat memperoleh pembelajaran remedial. Sementara itu, siswa yang telah menguasai materi dapat diberikan kegiatan pengayaan.

Dengan demikian, hasil ASLM sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai angka. Guru perlu menganalisis hasilnya untuk mengetahui materi yang sudah dikuasai siswa dan bagian mana yang masih memerlukan perhatian.

Asesmen Formatif Dilakukan Selama Proses Belajar

Sementara itu, asesmen formatif berfokus pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

Guru dapat menggunakan asesmen formatif ketika suatu materi masih dalam tahap pembelajaran. Tujuan utamanya adalah memperoleh informasi mengenai pemahaman siswa sehingga guru dapat segera menyesuaikan strategi mengajar.

Misalnya, ketika membahas pecahan, guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana di tengah kegiatan pembelajaran. Dari jawaban yang diberikan siswa, guru mengetahui bahwa sebagian peserta didik masih kesulitan membandingkan dua pecahan.

Temuan tersebut dapat langsung ditindaklanjuti. Guru dapat mengulang penjelasan dengan bantuan gambar, benda konkret, contoh tambahan, atau pendekatan lain yang lebih mudah dipahami.

Jadi, informasi dari asesmen formatif digunakan untuk memperbaiki pembelajaran yang masih sedang berjalan, bukan menunggu sampai seluruh materi selesai.

Baca Juga: Seleksi Tunas Kemdiktisaintek 2026 Digelar di 15 Kluster, Ada Tes IQ dan Spirit & Grit

Bukan Bentuk Soal yang Menentukan Jenis Asesmen

Perbedaan antara ASLM dan asesmen formatif tidak ditentukan semata-mata oleh bentuk instrumen yang digunakan.

Pilihan ganda, pertanyaan lisan, tugas, kuis, observasi, maupun tes tertulis dapat digunakan sebagai asesmen formatif apabila informasi yang diperoleh dimanfaatkan untuk mengetahui kebutuhan belajar siswa dan melakukan perbaikan pembelajaran.

Sebaliknya, ASLM digunakan untuk mengetahui capaian peserta didik setelah sebuah lingkup materi atau kompetensi selesai dipelajari.

Karena itu, guru perlu melihat tiga hal utama, yaitu tujuan asesmen, waktu pelaksanaan, dan pemanfaatan hasilnya. Bentuk soal saja belum cukup untuk menentukan apakah suatu kegiatan termasuk asesmen formatif atau ASLM.

Contoh ASLM dan Asesmen Formatif dalam Pembelajaran

Perbedaan keduanya dapat dilihat melalui contoh sederhana dalam kegiatan belajar di kelas.

Misalnya, guru kelas VI sedang mengajarkan materi mengenai sistem peredaran darah. Di tengah proses pembelajaran, guru memberikan lima pertanyaan singkat untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai fungsi jantung dan pembuluh darah.

Setelah memeriksa jawaban, guru menemukan bahwa beberapa peserta didik masih belum memahami konsep tertentu. Guru kemudian menyesuaikan kegiatan belajar dengan memberikan penjelasan kembali dan menggunakan gambar sistem peredaran darah.

Kegiatan tersebut merupakan asesmen formatif karena informasi yang diperoleh langsung digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

Setelah seluruh materi sistem peredaran darah selesai dipelajari, guru dapat melaksanakan ASLM. Dari hasilnya diketahui bahwa sebagian siswa sudah memenuhi kompetensi yang ditargetkan, sedangkan beberapa lainnya masih mengalami kesulitan pada materi tertentu.

Guru kemudian dapat menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil tersebut. Siswa yang belum mencapai kompetensi dapat mengikuti remedial, sementara peserta didik yang telah menguasai materi dapat memperoleh kegiatan pengayaan.

Baca Juga: 40.962 Lulusan Lolos Magang Nasional 2026, Menaker Ungkap Skill yang Perlu Dipunya

ASLM dan Formatif Memiliki Fungsi yang Saling Melengkapi

Walaupun memiliki tujuan yang berbeda, ASLM dan asesmen formatif sama-sama memberikan informasi yang berguna bagi guru.

Asesmen formatif membantu guru mengetahui hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik selama proses belajar berlangsung.

Di sisi lain, ASLM memberikan gambaran tentang tingkat penguasaan kompetensi setelah satu lingkup materi selesai dipelajari.

Karena fungsinya berbeda, kedua asesmen tersebut tidak perlu diposisikan sebagai sesuatu yang saling bertentangan. Guru dapat menggunakan keduanya pada waktu dan kebutuhan yang sesuai.

Asesmen formatif juga tidak terbatas pada kuis singkat, sedangkan ASLM tidak semata-mata bertujuan menghasilkan nilai.

Apabila dimanfaatkan dengan tepat, informasi dari kedua bentuk asesmen tersebut dapat menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran. Guru dapat mengetahui kebutuhan siswa, menyesuaikan proses belajar, kemudian melihat capaian peserta didik setelah suatu lingkup materi selesai.

Baca Juga: Kuliah PTN Gratis Butuh Rp93,7 Triliun, Ini Jumlah Mahasiswa yang Masuk Hitungan

Dengan demikian, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memberikan penilaian. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi guru dalam menentukan tindak lanjut dan merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.***

Tags:
pendidikan Asesmen Formatif Asesmen Sumatif

Komentar Pengguna