Keboncinta.com-- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran program Yasalūnaka ‘an al-Ahillah: Hilal Observation Coaching, sebuah kegiatan edukatif yang ditujukan khusus bagi kreator digital dan influencer muda.
Program ini dirancang sebagai upaya memperkuat literasi publik mengenai pengamatan hilal dan proses penetapan awal bulan Hijriah, termasuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menyasar kreator konten dan influencer berusia maksimal 35 tahun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek serta memiliki akun media sosial aktif dengan jumlah pengikut sedikitnya 3.000.
Melalui pendekatan ini, Kementerian Agama berharap pesan-pesan keagamaan berbasis ilmu pengetahuan dapat tersampaikan secara lebih luas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa program Hilal Observation Coaching hadir untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penetapan awal Ramadan yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Cek Desil DTSEN Sekarang! Ini Penentu Anda Lolos Bansos, PKH, hingga KIP Kuliah 2026
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya berlandaskan aspek syar’i, tetapi juga pendekatan keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Arsad menegaskan bahwa pembahasan tentang hilal bukanlah isu baru dalam sejarah Islam. Sejak masa Rasulullah, umat telah menaruh perhatian besar pada persoalan ini.
Oleh karena itu, penjelasan terkait hilal harus disampaikan secara ilmiah dan objektif, bukan berdasarkan asumsi atau spekulasi yang berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Di era derasnya arus informasi digital, peran kreator konten dinilai semakin strategis. Arsad menilai, pemahaman yang utuh mengenai konsep hisab dan rukyat sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada publik bersifat edukatif dan menenangkan.
Melalui program ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada hasil penetapan awal bulan Hijriah, tetapi juga diajak memahami proses ilmiah di baliknya.
Baca Juga: Status Sertifikasi PPG 2025 di Info GTK Masih Merah? Ini Penjelasan dan Imbauan Pemerintah
Dalam Hilal Observation Coaching, peserta akan mempelajari konsep hilal, parameter astronomis, hingga mekanisme pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah.
Program ini dikemas melalui pendekatan edukasi, simulasi, dan visualisasi pengamatan hilal. Peserta juga akan diperkenalkan dengan instrumen rukyat serta cara menyampaikan informasi falak secara sederhana namun tetap akurat.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid. Sebanyak 30 peserta dengan jumlah pengikut terbanyak akan diundang untuk mengikuti kegiatan secara luring di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat.
Sementara itu, hingga 1.000 peserta dari masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan ini secara daring.
Melalui program ini, Kementerian Agama berharap para kreator digital dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan literasi keislaman yang moderat dan berwawasan ilmiah.
Baca Juga: Progres TPG 2026 Mulai Tampil di Info GTK, Guru Diminta Aktif Cek Validasi Data
Dengan pemahaman yang tepat, perbedaan pandangan dalam penentuan awal bulan Hijriah diharapkan dapat disikapi secara dewasa, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan umat.***