KebonCinta.com - Guru menjadi salah satu tenaga yang masuk dalam perhatian pemerintah menjelang rencana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) November 2026.
Dalam rekrutmen mendatang, pemerintah berencana memenuhi kebutuhan tenaga pendidik untuk sejumlah program pendidikan prioritas, termasuk Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Unggul Garuda.
Kebijakan ini menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN), khususnya mereka yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang pendidikan.
Rencana tersebut disampaikan melalui keterangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), seiring persiapan pemerintah membuka rekrutmen CPNS pada November 2026.
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
Ada dua program pendidikan yang disebut menjadi bagian dari kebutuhan tenaga pengajar dalam seleksi CPNS mendatang.
Kebutuhan guru untuk Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Pemenuhan tenaga pendidik diperlukan agar pelaksanaan program pendidikan tersebut didukung sumber daya manusia yang memadai.
Formasi ini dapat menjadi perhatian bagi calon pelamar yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai kualifikasi jabatan yang nantinya diumumkan pemerintah.
Selain Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah juga memprioritaskan kebutuhan guru untuk Sekolah Unggul Garuda.
Kebutuhan tersebut berkaitan dengan penguatan program pendidikan unggulan yang menjadi salah satu agenda pemerintah.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu menunggu informasi lebih lanjut mengenai jumlah kebutuhan, bidang studi, kualifikasi pendidikan, dan lokasi penempatan yang akan dibuka.
Pembukaan formasi guru menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik pada program prioritas nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa rekrutmen CPNS dilakukan karena pemerintah membutuhkan regenerasi aparatur sekaligus tambahan SDM untuk menjalankan program-program strategis.
"Yang kedua, tentu saja ada program-program pemerintah prioritas yang membutuhkan pengawakan, yang oleh karenanya kita bersepakat untuk melakukan rekrutmen CPNS yang akan dilaksanakan tahun ini juga," kata Prasetyo dalam konferensi pers, Jumat (6/11/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pegawai baru tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah ASN yang memasuki masa pensiun, tetapi juga perkembangan program pemerintah.
Selain rencana pembukaan formasi guru dalam seleksi CPNS, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan kerja guru non-ASN.
Guru non-ASN yang bekerja di sekolah negeri dan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan batas data Desember 2024, serta memiliki perjanjian kerja yang berakhir pada Desember 2026, direncanakan mendapatkan perpanjangan kontrak.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan layanan pendidikan selama proses penataan tenaga pendidik berlangsung.
Dengan demikian, rencana rekrutmen CPNS dan perpanjangan kontrak guru non-ASN merupakan dua kebijakan yang perlu dipahami secara terpisah.
Perpanjangan kontrak tidak otomatis berarti guru non-ASN langsung diangkat menjadi PNS. Sementara itu, kesempatan mengikuti seleksi CPNS tetap mengikuti persyaratan dan mekanisme rekrutmen yang ditetapkan pemerintah.
Masyarakat yang ingin mengikuti seleksi CPNS perlu mulai mempersiapkan diri, terutama dengan memperhatikan kualifikasi pendidikan dan persyaratan administrasi.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut proses pendaftaran direncanakan berlangsung pada November 2026. Menteri PAN-RB akan memimpin tim kepanitiaan seleksi tersebut.
Namun, jadwal teknis, rincian formasi, persyaratan, dan tahapan seleksi tetap perlu menunggu pengumuman resmi.
Masuknya formasi guru dalam daftar prioritas CPNS menjadi peluang bagi tenaga pendidik maupun lulusan pendidikan yang ingin berkarier sebagai ASN.
Meski begitu, calon pelamar sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh bidang studi akan tersedia.
Pastikan untuk memeriksa pengumuman resmi agar mengetahui kualifikasi jabatan, instansi penyelenggara, lokasi penempatan, serta ketentuan seleksi yang berlaku.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir