Berita
Admin

Kemenag Siapkan 6.859 Masjid sebagai Tempat Singgah Pemudik Lebaran 2026

Kemenag Siapkan 6.859 Masjid sebagai Tempat Singgah Pemudik Lebaran 2026

11 Maret 2026 | 10:34

Keboncinta.com-- Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Jika tubuh mulai terasa lelah di tengah perjalanan, pemudik dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

Sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Kementerian Agama Republik Indonesia menghadirkan program Rumah Ibadah Ramah Pemudik.

Melalui program ini, ribuan rumah ibadah di berbagai daerah disiapkan untuk menjadi tempat singgah sementara bagi para pemudik.

Baca Juga: Pastikan Data Kependudukan Anda Masuk dalam Sistem Penerima Bantuan Sosial Pemerintah Tahun 2026

Selama periode arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, rumah ibadah yang terlibat dalam program ini akan dibuka selama 24 jam penuh guna melayani masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu para pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh agar memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan.

Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 6.859 masjid di seluruh Indonesia yang telah terdaftar dan siap berpartisipasi dalam program ini.

Masjid-masjid tersebut berada di berbagai jalur utama mudik yang sering dilalui masyarakat.

Tidak hanya melibatkan masjid, program ini juga mengikutsertakan rumah ibadah dari agama lain sebagai bentuk solidaritas sosial.

Baca Juga: Kemenag Cirebon Beri Pembinaan Guru PAI PPPK, TPG Dijamin Cair bagi yang Lulus PPG

Tercatat 44 vihara umat Buddha yang tersebar di 11 provinsi, mulai dari wilayah Sumatera, Jawa, hingga Kepulauan Nusa Tenggara, turut membuka layanan bagi para pemudik.

Keikutsertaan rumah ibadah lintas agama ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Kesiapan pelaksanaan program ini dibahas dalam rapat internal yang dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama jajaran pimpinan kementerian di kantor Kementerian Agama di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Menteri Agama menekankan bahwa rumah ibadah yang berada di sepanjang jalur mudik harus benar-benar siap melayani pemudik sepanjang waktu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Agar NIK Terdaftar di Bansos 2026

Hal ini penting karena arus perjalanan pemudik berlangsung terus menerus, baik siang maupun malam.

Ia juga mengingatkan agar ada petugas yang berjaga di lokasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik yang beristirahat.

Selain menyediakan tempat singgah, pengelola rumah ibadah juga didorong menyiapkan berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat.

Hal ini menjadi semakin penting karena perjalanan mudik tahun ini berlangsung bersamaan dengan bulan Ramadan.

Beberapa fasilitas yang dianjurkan antara lain penyediaan takjil untuk berbuka puasa, minuman, serta makanan sederhana bagi pemudik yang hendak sahur.

Di samping itu, rumah ibadah juga diharapkan menyediakan fasilitas tambahan seperti tempat pengisian daya ponsel, ruang khusus bagi ibu menyusui, hingga obat-obatan ringan.

Baca Juga: Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Muslim

Jika memungkinkan, pengelola juga dapat bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar.

Menteri Agama menegaskan bahwa seluruh layanan bagi pemudik dalam program ini harus diberikan secara gratis.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum mudik untuk menarik biaya dari masyarakat.

Karena itu, pengelola rumah ibadah diminta untuk berkoordinasi dengan aparat setempat agar pelayanan dapat berjalan lancar, aman, dan bebas dari pungutan.***

Tags:
berita nasional masjid Idul Fitri

Komentar Pengguna