Pendidikan
Rahman Abdullah

Kemenag Susun Arah Baru Pendidikan Islam, Madrasah Siap Hadapi Dunia Kerja

Kemenag Susun Arah Baru Pendidikan Islam, Madrasah Siap Hadapi Dunia Kerja

18 April 2026 | 11:38

Keboncinta.com-- Kementerian Agama tengah melakukan pembenahan besar dalam sistem pendidikan Islam dengan mereformulasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, menyusul terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menyesuaikan pendidikan Islam dengan tuntutan zaman yang semakin dinamis.

Salah satu fokus utama dalam transformasi ini adalah penguatan pendidikan kejuruan di madrasah.

Kebijakan tersebut diarahkan agar lulusan tidak hanya memiliki bekal keagamaan yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? Ini Prediksi Jadwal, Formasi Prioritas, dan Syarat Lengkapnya

Pembahasan arah baru ini dilakukan dalam forum penyusunan naskah akademik reformulasi visi dan misi Ditjen Pendidikan Islam yang digelar di Jakarta pada 15–16 April 2026.

Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi'i, menegaskan bahwa reformasi tidak boleh berhenti pada konsep semata.

Menurutnya, perubahan harus diwujudkan dalam kebijakan yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Ia menilai bahwa peluang kerja saat ini sebenarnya terbuka luas, namun kurikulum pendidikan Islam belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Cair Hingga Rp7 Juta, Ini Daftar Lengkap Penerima dan Besarannya

Dalam konteks pembangunan nasional seperti industrialisasi, hilirisasi, dan swasembada pangan, pendidikan Islam dituntut menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompeten.

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan madrasah berbasis vokasi, penguatan program kejuruan di perguruan tinggi keagamaan Islam, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menghapus pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum.

Pendekatan integratif dinilai menjadi kunci agar pendidikan Islam mampu berkembang secara utuh dan relevan.

Pemikir Islam Haidar Bagir turut memberikan pandangan strategis dalam forum tersebut. Ia menekankan bahwa pendidikan harus dirancang berdasarkan tujuan akhir yang jelas, yaitu profil lulusan yang diharapkan.

Baca Juga: Guru ASN Bisa Dapat Tunjangan Setara Gaji Pokok, Tapi Hanya yang Penuhi 5 Syarat Ini

Menurutnya, sistem pendidikan ideal harus terbangun secara utuh mulai dari visi, misi, hingga kurikulum yang saling terintegrasi.

Ia juga menyoroti pentingnya membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab yang kuat.

Sementara itu, Amin Abdullah mengkritisi kondisi pendidikan Islam yang masih terjebak dalam pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Ia menilai hal tersebut dapat menghambat perkembangan intelektual.

Amin mendorong pendekatan multidisipliner hingga transdisipliner agar pendidikan Islam mampu menjawab tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta isu kemanusiaan dan relasi antaragama.

Diskusi selama dua hari tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen konseptual, tetapi juga menjadi peta jalan transformasi pendidikan Islam di Indonesia.

Baca Juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Bawa Rokok Lebih dari 200 Batang Bisa Dimusnahkan

Melalui reformulasi ini, Kementerian Agama menargetkan lahirnya generasi yang religius, adaptif, kritis, serta memiliki daya saing tinggi di tengah perubahan global yang semakin cepat.***

Tags:
pendidikan madrasah hebat Pendidikan Islam

Komentar Pengguna