KEBONCINTA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sejak jenjang pendidikan anak usia dini.
Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) menyiapkan buku saku yang dapat digunakan guru dan tenaga pendidik sebagai panduan praktis dalam menerapkan kebiasaan positif tersebut di lingkungan pendidikan.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terdiri atas bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Direktur Guru PAUD dan PNF Saiful Bari mengatakan pembentukan karakter anak tidak dapat dilakukan secara instan. Kebiasaan baik perlu dilakukan secara berulang hingga akhirnya menjadi bagian dari perilaku anak sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Aksi Nyata Implementasi 7 KAIH melalui Buku Saku bagi Pendidik PNF dan Guru PAUD” yang diselenggarakan pada 8–9 September 2026.
Buku saku 7 KAIH dirancang agar dapat digunakan secara fleksibel oleh pendidik sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik.
Tidak hanya berisi penjelasan mengenai tujuh kebiasaan, buku tersebut juga dilengkapi panduan praktis, contoh kegiatan, hingga lembar refleksi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Penerapan kebiasaan tersebut juga tidak harus berhenti ketika anak berada di sekolah. Guru dapat membangun kerja sama dengan orang tua agar berbagai aktivitas positif tetap dilanjutkan di lingkungan keluarga.
Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan membaca bersama anak. Guru TK Amanda Montessori, Ety Sujanti, misalnya memanfaatkan buku dalam kegiatan pembelajaran sekaligus melibatkan orang tua untuk membacakan buku kepada anak sekitar 15 menit.
Anak juga diberikan kesempatan meminjam buku menjelang akhir pekan agar kegiatan literasi dapat dilanjutkan di rumah bersama keluarga.
Selain membantu pembentukan karakter, berbagai kegiatan dalam buku saku juga dirancang untuk mendukung kemampuan literasi dan numerasi anak melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kemendikdasmen berharap guru tidak sekadar menyampaikan mengenai kebiasaan baik, tetapi ikut menjadi teladan bagi peserta didik.
Dengan penerapan yang dilakukan secara konsisten antara sekolah dan keluarga, tujuh kebiasaan tersebut diharapkan perlahan menjadi bagian dari pola hidup anak sejak usia dini.