Teknologi
Hilmi An Naufal

King's College London Singhasari Siapkan Magister Digital Law dan Cyber Security, Mahasiswa Berpeluang Didukung LPDP

King's College London Singhasari Siapkan Magister Digital Law dan Cyber Security, Mahasiswa Berpeluang Didukung LPDP

05 Oktober 2026 | 07:27

KebonCinta.com — Kebutuhan tenaga ahli keamanan siber di Indonesia semakin meningkat seiring berkembangnya layanan digital dan kecerdasan buatan.

King's College London atau KCL Singhasari di Kabupaten Malang menyiapkan dua program magister baru untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Dua program yang diperkenalkan adalah Digital Law dan Advanced Cyber Security.

Program tersebut direncanakan mulai dibuka secara menyeluruh pada September 2027.

“Kita harus memproteksi data,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ia kemudian menjelaskan kemampuan menjaga keamanan informasi dibutuhkan bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga sektor perbankan dan perusahaan swasta.

Digital Law akan berfokus pada persoalan hukum yang muncul akibat perkembangan teknologi.

Transformasi digital menciptakan berbagai persoalan baru, mulai dari perlindungan data, bukti elektronik hingga tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

Sementara Advanced Cyber Security diarahkan pada penguatan kemampuan menghadapi serangan siber.

Mahasiswa akan mempelajari pendekatan yang dapat digunakan untuk melindungi sistem, jaringan dan informasi dari berbagai ancaman digital.

Kebutuhan tenaga keamanan siber menjadi semakin besar karena jumlah sistem yang terkoneksi ke internet terus bertambah.

Instansi pemerintah, bank, perusahaan hingga fasilitas publik kini semakin bergantung pada teknologi digital.

Serangan terhadap sistem dapat menyebabkan gangguan layanan maupun kebocoran informasi.

Karena itu, kemampuan mendeteksi dan menangani ancaman menjadi keahlian yang semakin dibutuhkan dunia kerja.

University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL Simon Tenner mengatakan program tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami bersyukur mendapatkan dukungan dari LPDP,” ujarnya.

Ia menjelaskan dukungan tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program sesuai mekanisme dan persyaratan beasiswa yang berlaku.

Karena berada pada jenjang magister bidang teknologi, calon mahasiswa Advanced Cyber Security juga perlu memiliki dasar keilmuan komputer.

Perkuliahan direncanakan menggabungkan teori dan praktik.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep keamanan digital, tetapi juga cara mengaplikasikannya dalam menghadapi situasi nyata.

Kurikulum program akan mengadaptasi pengembangan akademik King's College London.

Kehadiran kampus internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari juga diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan dan teknologi di Jawa Timur.

Mahasiswa Indonesia dapat memperoleh akses pendidikan internasional tanpa seluruh proses belajar harus dilakukan di luar negeri.

Program baru tersebut masih memiliki waktu sekitar satu tahun sebelum dibuka secara penuh.

Periode tersebut dapat digunakan calon mahasiswa untuk mempersiapkan kemampuan akademik maupun mencari informasi mengenai mekanisme penerimaan.

Bagi lulusan informatika, ilmu komputer dan bidang terkait, Advanced Cyber Security dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan lanjutan.

Sementara Digital Law dapat menjadi bidang menarik bagi mereka yang ingin memahami hubungan antara perkembangan teknologi dan sistem hukum.

Di tengah meningkatnya ancaman digital, kebutuhan terhadap ahli yang memahami teknologi maupun regulasi diperkirakan akan terus bertambah.

Pembukaan dua program tersebut diharapkan dapat membantu menambah jumlah sumber daya manusia Indonesia yang mampu menjaga keamanan data dan sistem digital nasional.

Tags:
King's College London KCL Singhasari Cyber Security Digital Law lpdp Magister Kampus Keamanan

Komentar Pengguna