Berita
Hilmi An Naufal

LEBIH DARI SERIBU PESERTA PRAMUKA SANTRI BERKUMPUL DI MALANG, PPSN VI 2026 DIGELAR MULAI 30 SEPTEMBER

LEBIH DARI SERIBU PESERTA PRAMUKA SANTRI BERKUMPUL DI MALANG, PPSN VI 2026 DIGELAR MULAI 30 SEPTEMBER

30 September 2026 | 22:24

MALANG — Ribuan aktivitas santri dari berbagai penjuru Indonesia mulai terpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara atau PPSN VI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang.

Kegiatan nasional ini mempertemukan Pramuka Santri dari berbagai provinsi di Indonesia dalam satu rangkaian perkemahan yang tidak hanya berisi kegiatan kepramukaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kemandirian, kepedulian lingkungan serta wawasan kebangsaan para santri.

Data Kementerian Agama pada 22 September mencatat 1.057 peserta telah terdaftar dalam sistem PPSN. Jumlah tersebut terdiri atas 882 santri, 64 Pimpinan Kontingen Daerah atau Pinkonda, dan 111 pembina pendamping.

Pada saat data tersebut diumumkan, sebanyak 32 kontingen telah terverifikasi. Peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua dengan keterwakilan provinsi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Jawa Timur tercatat menjadi salah satu kontingen dengan jumlah peserta terverifikasi terbanyak, disusul Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten dan Jawa Barat. Kementerian Agama sebelumnya menjelaskan bahwa angka peserta masih dapat berubah karena proses verifikasi dan finalisasi kontingen masih berlangsung hingga menjelang kegiatan.

Menjelang keberangkatan menuju Malang, sejumlah daerah juga menggelar pemusatan latihan atau Training Center bagi para santrinya.

Salah satunya dilakukan Kanwil Kementerian Agama Aceh pada 28 hingga 29 September 2026. Para peserta mendapatkan penguatan materi kepramukaan, latihan kekompakan tim hingga berbagai persiapan teknis menjelang keberangkatan menuju lokasi PPSN.

Kontingen dari Lampung, Sulawesi Barat serta berbagai daerah lainnya juga telah melakukan proses pelepasan peserta sebelum keberangkatan menuju Jawa Timur.

PPSN VI bukan hanya dipandang sebagai ajang perlombaan. Melalui kegiatan kepramukaan, santri diharapkan memperoleh pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas yang dapat melatih disiplin, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, pemecahan masalah hingga kemandirian.

Pertemuan santri dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk memperluas silaturahmi dan jejaring antarpesantren. Para santri dapat saling bertukar pengalaman mengenai kegiatan pesantren maupun aktivitas kepramukaan yang dikembangkan di daerah masing-masing.

Aspek lingkungan juga menjadi salah satu perhatian dalam pembinaan peserta. Santri didorong untuk mengembangkan kepedulian terhadap kebersihan, alam serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Kegiatan berskala nasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran keagamaan di dalam kelas atau pondok. Pembinaan kepemimpinan, kemampuan sosial, kedisiplinan hingga kecintaan terhadap bangsa juga menjadi bagian dari pendidikan para santri.

PPSN VI 2026 dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu pekan, dari 30 September sampai 6 Oktober 2026. Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo menjadi lokasi perjumpaan para Pramuka Santri yang membawa nama daerah dan pesantren masing-masing.

Kementerian Agama berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang penguatan karakter sekaligus mempererat persaudaraan antarsantri dari berbagai wilayah Indonesia.

Dengan jumlah peserta yang telah menembus lebih dari seribu orang sebelum pendaftaran dan verifikasi sepenuhnya selesai, PPSN VI menjadi salah satu agenda besar santri tingkat nasional pada penghujung September dan awal Oktober 2026.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna