Lemak, Protein, dan Serat Penting bagi Tubuh, Mengapa Perlu Dibatasi Menjelang Olahraga?

Lemak, Protein, dan Serat Penting bagi Tubuh, Mengapa Perlu Dibatasi Menjelang Olahraga?

14 Oktober 2026 | 14:11

KebonCinta.com - Roti gandum dengan selai kacang atau yoghurt bertabur biji-bijian bisa menjadi bagian dari pola makan bergizi. Namun, ketika disantap sesaat sebelum latihan, makanan tersebut belum tentu terasa nyaman bagi perut.

Anjuran membatasi lemak, protein, dan serat menjelang olahraga mungkin terdengar bertentangan dengan kebiasaan makan sehat. Padahal, yang perlu diatur adalah jumlah dan waktu konsumsinya, bukan menghilangkan ketiga zat gizi tersebut dari menu sehari-hari.

Dalam bahan pemberitaan Republika yang mengutip Verywell Health, ahli gizi Yasi Ansari mengingatkan bahwa makanan tinggi lemak, protein, dan serat berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu latihan.

Baca Juga: Ingin Mengisi Energi Tanpa Membuat Perut Begah, Apa Pilihan Camilan Sebelum Olahraga? 

Lemak Menjelang Olahraga Perlu Diatur Porsinya

Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Ketika latihan dimulai sementara makanan masih diproses, sebagian orang dapat merasakan perut penuh atau begah.

USADA menjelaskan bahwa menjelang latihan intensitas tinggi, makanan yang lebih lambat dicerna, termasuk makanan tinggi lemak, sebaiknya dihindari dekat waktu latihan untuk mengurangi beban pencernaan.

Karena itu, tambahan seperti mentega, krim, atau selai kacang perlu diperhatikan porsinya. Bahan tersebut tetap dapat dikonsumsi dalam pola makan sehari-hari, tetapi jumlah besar sesaat sebelum berolahraga belum tentu cocok.

Baca Juga: Baru Mulai Olahraga, Perut Sudah Tidak Nyaman? Perhatikan Makanan yang Disantap Sebelumnya 

Protein Sebelum Olahraga Tidak Harus Dihindari Sepenuhnya

Protein mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Academy of Nutrition and Dietetics menjelaskan bahwa kombinasi karbohidrat dan protein dapat menjadi bagian dari asupan sebelum latihan, dengan waktu yang disesuaikan terhadap toleransi tubuh.

Artinya, anjuran membatasi protein menjelang olahraga bukan larangan makan protein sebelum latihan. Persoalannya lebih berkaitan dengan porsi, jarak makan, dan tuntutan aktivitas.

USADA menyebut sejumlah kecil protein mungkin dapat ditoleransi sebelum latihan intensitas tinggi. Namun, kecocokannya perlu dicoba pada sesi latihan biasa, bukan pertama kali menjelang perlombaan.

Baca Juga: Penderita Penyakit Jantung Tetap Bisa Olahraga, Ini 4 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan 

Serat Menjelang Olahraga Perlu Disesuaikan

Serat tetap penting dalam pola makan sehari-hari. Namun, makanan tinggi serat tidak selalu menjadi pilihan paling nyaman ketika waktu latihan sudah dekat.

Dalam panduan latihan intensitas tinggi, USADA menyarankan sumber karbohidrat lebih rendah serat menjelang sesi latihan agar lebih mudah dicerna dan mengurangi risiko gangguan perut.

Ini bukan alasan untuk meninggalkan buah, sayuran, atau biji-bijian utuh. Makanan tersebut dapat ditempatkan pada waktu makan lain yang memberi kesempatan lebih panjang bagi tubuh untuk mencernanya.

Baca Juga: 4 Gerakan Olahraga di Rumah untuk Pemula, Tanpa Alat Gym dan Mudah Dilakukan 

Membatasi Zat Gizi Menjelang Olahraga Bersifat Situasional

Kebutuhan sebelum latihan tidak sama dengan kebutuhan menu harian secara keseluruhan. Makanan yang cocok beberapa jam sebelum olahraga mungkin terasa terlalu berat jika disantap tepat sebelum mulai bergerak.

Jenis dan intensitas latihan juga berpengaruh. USADA menjelaskan bahwa pada aktivitas berintensitas lebih rendah, sebagian orang lebih leluasa mengonsumsi protein dan serat dalam jumlah sedang.

Jadi, lemak, protein, dan serat tetap memiliki tempat dalam pola makan. Menjelang olahraga, pengaturan porsinya membantu menyesuaikan kebutuhan energi dengan kenyamanan pencernaan.

Tags:
Olahraga Makanan gizi

Komentar Pengguna