KebonCinta.com — Madrasah Aliyah (MA) Al-Mubarokah Karangmangu, Cirebon, Jawa Barat, menggelar kegiatan Perkemahan Pramuka dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cipaniis, Kabupaten Kuningan, pada Selasa, 3 November 2026.
Dalam kegiatan pembukaan, Kepala MA Al-Mubarokah, Fasfah Sofhal Jamil, mengajak para siswa memanfaatkan pengalaman perjalanan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kedewasaan, dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
PERKEMAHAN MENJADI SARANA PENDIDIKAN
Kepala madrasah menjelaskan bahwa kegiatan di luar ruang kelas dapat menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman baru.
Melalui perjalanan ke lingkungan yang berbeda, siswa berkesempatan mengenal kondisi masyarakat dan mengembangkan pemahaman yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran teori.
Kegiatan perkemahan juga dapat membantu peserta didik belajar bekerja sama, mengikuti aturan, serta menghadapi tantangan secara lebih mandiri.
Namun, keberhasilan pembentukan karakter tetap membutuhkan pendampingan dari para pembina dan pembiasaan setelah kegiatan selesai.
KEPALA MADRASAH KAITKAN PERJALANAN DENGAN AL-QUR'AN
Dalam arahannya, Fasfah Sofhal Jamil menyampaikan bahwa kegiatan perjalanan memiliki nilai positif apabila dilaksanakan dengan tujuan yang baik.
Ia mengaitkan penjelasan tersebut dengan Surah Al-Mulk ayat 15 yang menerangkan bahwa Allah menjadikan bumi dapat dijelajahi manusia dan memberikan kesempatan untuk mencari rezeki.
Menurutnya, ayat tersebut dapat menjadi bahan renungan mengenai pentingnya memanfaatkan kesempatan untuk belajar dari lingkungan.
Perjalanan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman hidup.
TRADISI MENUNTUT ILMU PARA ULAMA
Fasfah turut mengingatkan siswa mengenai tradisi perjalanan dalam sejarah keilmuan Islam.
Para ulama pada masa lalu melakukan perjalanan untuk bertemu guru, mempelajari ilmu pengetahuan, dan memperluas pemahaman keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung melalui pertemuan langsung dengan para pendidik dan lingkungan keilmuan yang beragam.
Menurut kepala madrasah, tradisi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik agar memiliki semangat belajar dan tidak membatasi pengetahuan hanya pada materi yang diperoleh di ruang kelas.
LATIHAN KEPEMIMPINAN UNTUK SISWA
Selain perkemahan Pramuka, kegiatan tersebut juga dikemas sebagai Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa.
LDKS merupakan kegiatan yang umumnya digunakan oleh satuan pendidikan untuk membantu siswa mengembangkan tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, dan keterampilan berorganisasi.
Dalam konteks kegiatan MA Al-Mubarokah, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat mendukung perkembangan karakter selama mengikuti pendidikan di madrasah.
Namun, laporan kegiatan yang diterbitkan pada 3 November belum merinci jumlah peserta, pembagian kelompok, atau seluruh materi pelatihan yang diberikan.
Karena itu, informasi mengenai kegiatan khusus atau hasil evaluasi peserta masih memerlukan keterangan lanjutan dari penyelenggara.
KEPEDULIAN LINGKUNGAN JUGA DITEKANKAN
Dalam arahannya, kepala madrasah tidak hanya membahas manfaat perjalanan dan tradisi menuntut ilmu.
Ia turut mengingatkan siswa agar memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Peserta diajak menjaga fasilitas umum, tidak membuang sampah sembarangan, dan memperhatikan kondisi alam selama mengikuti kegiatan.
Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa manusia mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Perkemahan dapat menjadi kesempatan mempraktikkan nilai tersebut melalui aktivitas sehari-hari.
PENDIDIKAN KARAKTER PERLU BERKELANJUTAN
Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kemandirian yang diperoleh dalam kegiatan luar kelas diharapkan dapat diterapkan kembali setelah siswa pulang ke madrasah.
Kegiatan pendidikan karakter tidak cukup berhenti pada pelaksanaan perkemahan atau pelatihan kepemimpinan.
Guru dan pembina memiliki peran dalam membantu peserta didik menerapkan pengalaman tersebut melalui kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kegiatan Pramuka dan LDKS diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan siswa yang berlangsung secara berkelanjutan.
CIREBON DAN KUNINGAN JADI RUANG BELAJAR
Pelaksanaan kegiatan MA Al-Mubarokah di Bumi Perkemahan Cipaniis juga memperlihatkan pemanfaatan lingkungan alam wilayah Ciayumajakuning sebagai ruang pembelajaran.
Peserta didik tidak hanya mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah, tetapi memperoleh kesempatan mengenal kawasan di luar tempat belajar sehari-hari.
Laporan yang diterbitkan Ikhbar pada 3 November 2026 mengonfirmasi pelaksanaan apel pembukaan dan pesan kepala madrasah.
Namun, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai hasil akhir LDKS maupun penetapan peserta terbaik.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh upaya madrasah mengintegrasikan pembelajaran keagamaan, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pendidikan karakter siswa.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir