Keboncinta.com-- Program Magang Nasional atau MagangHub 2026 menjadi salah satu peluang bagi lulusan D4, S1, maupun jenjang profesi untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di dunia profesional.
Tidak hanya mendapatkan pengalaman, peserta program juga berhak memperoleh uang saku selama menjalani masa pemagangan. Namun, nominal yang diterima peserta tidak seragam di seluruh Indonesia.
Perbedaan tersebut terjadi karena besaran uang saku disesuaikan dengan ketentuan upah minimum di wilayah tempat peserta melaksanakan pemagangan.
Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker menjelaskan bahwa mekanisme tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 252 Tahun 2026 tentang Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Calon peserta perlu mengetahui bahwa lokasi pemagangan menjadi salah satu faktor yang menentukan jumlah uang saku.
Dalam ketentuan MagangHub 2026, nominal uang saku mengacu pada upah minimum kabupaten/kota atau UMK di daerah tempat peserta menjalani program.
Dengan demikian, peserta yang ditempatkan di dua wilayah berbeda tidak selalu mendapatkan nominal yang sama. Perbedaan upah minimum di masing-masing daerah turut menyebabkan perbedaan besaran uang saku.
Kemnaker menjelaskan bahwa penerapan mekanisme tersebut membuat uang saku peserta menyesuaikan kondisi wilayah tempat mereka mengikuti program.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memperhatikan lokasi penempatan ketika mencari informasi mengenai besaran uang saku MagangHub 2026.
Jakarta dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana ketentuan uang saku berdasarkan wilayah diterapkan.
Dalam informasi yang disampaikan Kemnaker, angka UMP Jakarta yang digunakan sebagai contoh mencapai Rp5.729.876 per bulan.
Nominal tersebut menjadi dasar perhitungan uang saku peserta yang mengikuti pemagangan di wilayah tersebut, dengan catatan jumlah kehadiran peserta juga diperhitungkan.
Besaran uang saku yang relatif tinggi di suatu wilayah tentu dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan calon peserta. Namun, peserta tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor lain, termasuk bidang magang dan lokasi penempatan.
Selain lokasi, tingkat kehadiran selama mengikuti program juga menjadi faktor penting dalam menentukan uang saku yang diterima.
Artinya, peserta tidak otomatis memperoleh jumlah penuh apabila jumlah hari kehadirannya kurang dari total hari pemagangan yang menjadi dasar perhitungan.
Dalam ketentuan tersebut, jumlah hari pemagangan yang digunakan sebagai dasar penghitungan dalam satu bulan adalah 22 hari.
Rumus perhitungannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Uang saku = jumlah hari hadir ÷ 22 hari × besaran uang saku
Dengan rumus tersebut, jumlah uang yang diterima akan menyesuaikan dengan kehadiran peserta selama satu bulan.
Sebagai ilustrasi, peserta yang mengikuti pemagangan di Jakarta memiliki besaran uang saku sebesar Rp5.729.876 apabila memenuhi jumlah kehadiran penuh selama 22 hari.
Jika peserta hadir lengkap selama 22 hari, perhitungannya menjadi:
22 ÷ 22 × Rp5.729.876 = Rp5.729.876
Artinya, peserta memperoleh uang saku sebesar Rp5.729.876.
Sementara itu, apabila peserta hanya tercatat hadir selama 17 hari, maka perhitungannya menjadi:
17 ÷ 22 × Rp5.729.876 = sekitar Rp4.426.267
Dari contoh tersebut terlihat bahwa jumlah kehadiran dapat memengaruhi nominal uang saku yang diterima peserta.
Ketentuan uang saku MagangHub 2026 membuat peserta perlu memahami dua hal penting, yaitu lokasi pemagangan dan jumlah kehadiran.
Lokasi menentukan besaran dasar uang saku karena perhitungannya mengacu pada upah minimum daerah. Setelah itu, jumlah kehadiran dalam satu bulan ikut menentukan berapa besar nominal yang diterima peserta.
Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya melihat angka uang saku ketika memilih program atau lokasi magang. Bidang pekerjaan, perusahaan atau instansi tempat pemagangan, pengalaman yang dapat diperoleh, serta kesesuaian dengan latar belakang pendidikan juga penting untuk diperhatikan.
Bagi lulusan D4, S1, dan profesi yang berminat mengikuti MagangHub 2026, memahami mekanisme tersebut sejak awal dapat membantu memperkirakan uang saku yang akan diterima selama mengikuti program.
Dengan mengetahui aturan mengenai lokasi dan kehadiran, peserta juga dapat lebih memahami hak yang diperoleh selama menjalani pemagangan sesuai ketentuan yang berlaku.***