Kesehatan
Rahman Abdullah

Makan Telur Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh? Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Makan Telur Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh? Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

04 November 2026 | 16:40

Telur rebus yang dipadukan dengan sayuran tentu berbeda dari telur yang digoreng menggunakan banyak mentega dan disajikan bersama daging olahan tinggi lemak jenuh.

Orang yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya mendiskusikan jumlah konsumsi telur yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.

6. Apakah Aman Mengonsumsi Telur Setiap Hari?

Bagi banyak orang sehat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, tidak ada satu jumlah konsumsi yang otomatis paling tepat untuk semua orang.

Kebutuhan setiap individu dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, riwayat kesehatan, kadar kolesterol, dan faktor risiko penyakit jantung.

Jika ingin menjadikan telur sebagai menu rutin, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Utamakan variasi makanan. Padukan telur dengan sayuran, buah, sumber karbohidrat berserat, dan protein dari bahan pangan lain.
  • Perhatikan cara memasak. Telur rebus, kukus, atau dimasak dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan dibandingkan olahan yang menggunakan banyak lemak.
  • Batasi tambahan garam dan lemak jenuh. Hindari terlalu sering menyajikan telur bersama daging olahan atau makanan tinggi garam.
  • Sesuaikan dengan kondisi kesehatan. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengaturan pola makan medis, konsultasikan kebutuhan konsumsi telur dengan tenaga kesehatan.
  • Pastikan telur matang dengan baik. Telur yang dimasak hingga putih dan kuningnya matang dapat membantu mengurangi risiko infeksi akibat bakteri seperti Salmonella.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, telur dapat menjadi salah satu sumber protein yang praktis tanpa harus mengabaikan keseimbangan gizi.

7. Cara Mengolah Telur agar Lebih Sehat

Manfaat telur tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizinya, tetapi juga oleh cara mengolah dan menyajikannya.

Telur rebus merupakan pilihan praktis karena tidak memerlukan tambahan minyak. Sementara itu, telur dadar atau telur orak-arik tetap dapat menjadi menu yang baik jika dimasak menggunakan sedikit minyak dan dilengkapi sayuran.

Untuk variasi menu, telur bisa dipadukan dengan bayam, tomat, wortel, atau sayuran lain sesuai selera. Tambahan tersebut membantu meningkatkan keragaman zat gizi sekaligus menyediakan serat yang tidak terdapat pada telur.

Hindari menjadikan telur sebagai satu-satunya sumber protein setiap hari. Ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dengan kandungan gizi yang beragam.

Pada akhirnya, pola makan yang baik bukan hanya tentang satu jenis makanan, melainkan kombinasi bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Baca Juga: 6 Bahaya Diabetes Melitus yang Mengintai, dari Kerusakan Ginjal hingga Risiko Stroke 

Mengonsumsi telur setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, kolin, vitamin B12, dan sejumlah zat gizi penting lainnya. Telur juga praktis diolah dan dapat menjadi bagian dari menu sarapan maupun makanan utama.

Meski demikian, jumlah konsumsi yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan. Kandungan kolesterol dalam kuning telur perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung atau gangguan metabolisme.

Agar manfaatnya lebih optimal, pilih cara pengolahan yang tidak menggunakan terlalu banyak minyak, batasi lemak jenuh, dan kombinasikan telur dengan beragam makanan bergizi.

Dengan pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat, telur dapat menjadi pilihan sumber protein yang bermanfaat untuk mendukung kebutuhan gizi sehari-hari.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Telur Manfaat telur Konsumsi telur

Komentar Pengguna