Kesehatan
Rahman Abdullah

Makan Telur Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh? Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Makan Telur Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh? Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

04 November 2026 | 16:40

KebonCinta.com-- Telur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan dapat diolah menjadi beragam hidangan. Mulai dari telur rebus untuk sarapan hingga telur dadar sebagai lauk, makanan ini kerap menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Namun, muncul pertanyaan yang sering membuat orang penasaran: apakah mengonsumsi telur setiap hari baik untuk kesehatan?

Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Di sisi lain, kuning telur juga mengandung kolesterol sehingga jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

Dampak mengonsumsi telur setiap hari tidak selalu sama pada setiap orang. Kondisi kesehatan, kebutuhan gizi, cara pengolahan, serta makanan yang dikonsumsi bersama telur turut menentukan manfaatnya bagi tubuh.

Baca Juga: 7 Manfaat Minum Susu Setiap Hari, dari Menjaga Tulang hingga Memenuhi Kebutuhan Protein 

1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein Harian

Salah satu alasan telur banyak dipilih sebagai menu sehari-hari adalah kandungan proteinnya. Protein diperlukan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, mempertahankan massa otot, serta mendukung berbagai proses biologis.

Satu butir telur berukuran besar umumnya mengandung sekitar 6–7 gram protein, meskipun jumlahnya dapat berbeda menurut ukuran telur.

Mengonsumsi telur sebagai bagian dari menu seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, terutama jika dipadukan dengan sumber zat gizi lain seperti ikan, kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian.

Bagi orang yang aktif bergerak atau berolahraga, protein juga berperan dalam proses pemulihan dan pemeliharaan otot. Meski demikian, kebutuhan protein setiap orang berbeda sesuai usia, aktivitas, dan kondisi kesehatannya.

2. Mendukung Kesehatan Otak dan Fungsi Saraf

Telur mengandung kolin, zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel dan menghasilkan asetilkolin, yaitu senyawa yang berperan dalam penghantaran sinyal saraf.

Kolin juga terlibat dalam sejumlah proses penting, termasuk fungsi memori dan kerja sistem saraf. Karena itu, telur dapat menjadi salah satu sumber kolin dalam pola makan sehari-hari.

Selain kolin, telur mengandung vitamin B12 yang diperlukan untuk menjaga fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.

Walaupun zat gizi tersebut penting bagi tubuh, mengonsumsi telur setiap hari tidak otomatis meningkatkan kecerdasan atau mencegah gangguan otak. Manfaatnya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi secara keseluruhan.

3. Membantu Menjaga Rasa Kenyang Lebih Lama

Menu sarapan yang mengandung protein dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan yang didominasi karbohidrat sederhana saja.

Telur dapat menjadi pilihan sarapan karena mengandung protein dan relatif mudah dipadukan dengan makanan lain. Misalnya, telur rebus bersama roti gandum dan sayuran atau telur dadar dengan nasi secukupnya serta tumis sayuran.

Rasa kenyang yang lebih terjaga dapat membantu sebagian orang mengatur pola makan dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi camilan secara berlebihan.

Namun, pengaruh telur terhadap berat badan tidak berdiri sendiri. Jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan makan lainnya tetap berperan penting.

Baca Juga: Biji Pala Bukan Sekadar Bumbu Dapur, Ini Kandungan dan Cara Aman Menggunakannya 

4. Menyediakan Vitamin dan Mineral Penting

Selain protein, telur mengandung beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Di antaranya adalah vitamin B12, riboflavin atau vitamin B2, selenium, serta sejumlah vitamin A dan D.

Vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf. Selenium berperan dalam fungsi antioksidan dan kerja sistem kekebalan tubuh, sedangkan vitamin A mendukung kesehatan mata.

Kuning telur juga mengandung vitamin D, meskipun jumlahnya tidak cukup untuk menjadikan telur sebagai satu-satunya sumber vitamin tersebut.

Dengan kandungan yang beragam, telur dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian. Akan tetapi, tubuh tetap memerlukan variasi makanan agar memperoleh zat gizi lain yang tidak tersedia dalam jumlah memadai pada telur, seperti serat.

5. Bagaimana Pengaruh Telur terhadap Kolesterol?

Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah kandungan kolesterol dalam kuning telur. Satu butir telur besar umumnya mengandung sekitar 180–200 miligram kolesterol, dengan jumlah yang bervariasi menurut ukuran.

Namun, hubungan antara konsumsi telur dan kadar kolesterol darah tidak sesederhana anggapan bahwa setiap telur yang dimakan pasti meningkatkan kolesterol secara berlebihan.

Respons tubuh terhadap kolesterol dari makanan dapat berbeda-beda. Pola makan secara keseluruhan, khususnya asupan lemak jenuh, juga berpengaruh terhadap kadar kolesterol LDL atau yang kerap disebut kolesterol jahat.

Karena itu, penting memperhatikan makanan yang menyertai telur.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Telur Manfaat telur Konsumsi telur

Komentar Pengguna