KEBONCINTA.COM – Manchester United harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 menghadapi Fulham pada lanjutan Premier League 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026).
Setan Merah bahkan hampir mengalami kekalahan ketiga secara beruntun sebelum Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.
United datang ke laga tersebut dalam kondisi penuh tekanan.
Skuad asuhan Michael Carrick sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun, termasuk dari Manchester City di Premier League dan Brighton pada kompetisi domestik lainnya.
Kemenangan atas Fulham diharapkan menjadi momentum kebangkitan.
Manchester United sebenarnya mampu menciptakan banyak kesempatan.
Sepanjang pertandingan, United menghasilkan 29 percobaan, jauh lebih banyak dibandingkan Fulham yang mencatat 12.
Namun banyaknya peluang tersebut tidak diikuti efektivitas penyelesaian akhir.
Fulham justru mampu mengambil keuntungan dari kesalahan pertahanan Manchester United.
Lisandro Martinez mengalami momen kurang beruntung ketika bola berakhir di gawangnya sendiri dan membawa Fulham memimpin 1-0.
Gol tersebut membuat tekanan terhadap United semakin besar.
Setan Merah mencoba meningkatkan intensitas permainan dan memasukkan lebih banyak energi ke lini serang.
Namun berbagai serangan yang dibangun belum memberikan hasil.
Waktu terus berjalan dan Fulham semakin dekat dengan tiga poin.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-89, Matheus Cunha akhirnya menjadi penyelamat Manchester United.
Tembakannya mengalami defleksi sebelum masuk ke gawang Fulham dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut disambut lega oleh para pemain United karena menghindarkan mereka dari kekalahan ketiga secara beruntun.
Meski berhasil menyelamatkan satu poin, hasil imbang tersebut belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap Michael Carrick.
Manchester United baru mengoleksi lima poin dari lima pertandingan Premier League musim ini.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi masih menjadi masalah besar pada awal kompetisi.
United sebenarnya menutup musim sebelumnya dengan performa yang cukup baik dan berhasil mendapatkan tiket Liga Champions.
Namun memasuki musim baru, Carrick belum menemukan kestabilan yang sama.
Selain penyelesaian akhir, konsentrasi dan tempo permainan menjadi sorotan.
United terlihat kurang tajam meskipun mendominasi jumlah peluang.
Carrick selepas pertandingan mengakui timnya masih harus melakukan banyak perbaikan.
Ia berharap jeda internasional dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi permainan sekaligus mengembalikan kondisi pemain sebelum kompetisi dilanjutkan.
Fulham juga sebenarnya sangat dekat dengan kemenangan pertama mereka di bawah pelatih baru Alvaro Arbeloa.
Meski kemenangan terlepas pada menit akhir, Arbeloa menilai terdapat perkembangan positif dalam permainan timnya.
Fulham sebelumnya juga mampu menahan Liverpool sehingga dua hasil tersebut menunjukkan mereka mampu bersaing menghadapi tim-tim besar.
Bagi Manchester United, satu poin memang lebih baik daripada kembali mengalami kekalahan.
Namun dengan ambisi bersaing di papan atas Premier League, performa Setan Merah harus segera meningkat.
Setelah jeda internasional, tekanan untuk mendapatkan kemenangan akan semakin besar jika United ingin mengejar klub-klub yang sudah terlebih dahulu mengumpulkan banyak poin.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir