يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Allah SWT turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'" (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Memanfaatkan Kondisi Istimewa Manfaatkan momentum berharga seperti saat turun hujan, ketika berpuasa, seusai salat fardhu, serta jeda waktu antara azan dan iqamah. Rasulullah SAW bersabda:
الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ
Artinya: "Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak." (HR. at-Tirmidzi).
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan Disunnahkan menghadap ke arah kiblat, menengadahkan kedua tangan, lalu mengusap wajah setelah selesai berdoa. Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Artinya: "Apabila Rasulullah mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusap wajahnya dengan keduanya." (HR. Muslim).
4. Mengatur Volume Suara dengan LembutLantunkan doa dengan suara lirih sebagai cerminan rasa takut, rendah hati, dan ketundukan (tadharru') sesuai perintah Allah SWT dalam Surat Al-A'raf ayat 55.
5. Menghindari Pemaksaan Rangkaian Sajak Tidak perlu memaksakan susunan kalimat bersajak secara berlebihan yang justru merusak kekhusyukan hati, karena Rasulullah SAW telah memperingatkan:
قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ
Artinya: "Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa." (HR. Abu Dawud).
6. Menghadirkan Hati yang Khusyuk dan Penuh Harap Panatkan doa dengan ketenangan batin, rasa hormat, dan kerendahan diri di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ حَتَّى يَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ
Artinya: "Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan." (HR. Ad-Dailami).
7. Yakin dan Optimis Doa Dikabulkan Tanamkan prasangka baik dan keyakinan penuh saat memohon, sebab Allah SWT tidak menerima doa dari hati yang lalai:
ادْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ
Artinya: "Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. at-Tirmidzi).
Baca Juga: Kapan Waktu Mustajab Berdoa pada Hari Jumat? Ini Penjelasan Ulama dan Cara Menyikapinya
8. Bersungguh-sungguh dan Tidak Tergesa-gesa Ulangi permohonan dengan sabar dan jangan mudah berputus asa.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir