لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي. فَإِذَا دَعَوْتَ فَاسْأَلِ اللّٰهَ كَثِيرًا، فَإِنَّكَ تَدْعُو كَرِيمًا
Artinya: "Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: 'Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.' Maka apabila engkau berdoa, mintalah kepada Allah dengan banyak, karena sesungguhnya engkau memohon kepada Dzat Yang Maha Pemurah." (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Mengawali Doa dengan Pujian dan Shalawat Bukalah setiap permohonan dengan memuji keagungan Allah SWT (hamdalah) serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum menyebutkan hajat utama. Sahabat Salamah bin Al-Akwa RA menuturkan:
مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ يَسْتَفْتِحُ الدُّعَاءَ إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِقَوْلِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الْوَهَّابِ
Artinya: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah membuka doa kecuali beliau memulainya dengan ucapan: 'Subhana rabbiyal 'aliyyil a'lal Wahhab' (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Pemberi)." (HR. Ahmad).
10. Bertaubat dan Memperbaiki Diri secara Batiniah Adab batiniah ini merupakan fondasi utama terbukanya pintu langit. Meninggalkan kemaksiatan, bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta mengembalikan hak-hak sesama manusia yang pernah dizalimi menjadi penentu utama dikabulkannya sebuah doa. Wallahu a'lam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir