Beasiswa
Al Fina

Mau Kuliah S2 Beda Jurusan dengan S1? LPDP Punya Peluang, tetapi Jangan Abaikan 7 Beasiswa Ini

Mau Kuliah S2 Beda Jurusan dengan S1? LPDP Punya Peluang, tetapi Jangan Abaikan 7 Beasiswa Ini

08 November 2026 | 12:22

KebonCinta.com - Memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sering kali menjadi dilema bagi lulusan sarjana. Sebagian ingin memperdalam bidang ilmu yang telah dipelajari, sementara lainnya justru tertarik menjajal disiplin keilmuan berbeda demi memperluas peluang karier.

Kabar baiknya, perbedaan jurusan antara pendidikan S1 dan S2 tidak serta-merta menutup kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP, Dr. Agam Bayu Suryanto, MBA, menyampaikan bahwa lembaganya tidak menjadikan linearitas jurusan sebagai persoalan utama dalam seleksi beasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2026 di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Agam, pelamar dengan latar belakang pendidikan S1 Akuntansi, misalnya, tetap memiliki kesempatan mengambil program magister di bidang ilmu lain.

Kebijakan ini memberikan keleluasaan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi melalui pendekatan keilmuan berbeda.

Baca Juga: Kabar Baik! Daftar Beasiswa LPDP Tak Harus Ambil S2 yang Linier dengan Jurusan S1, Ini Penjelasannya 

Strategi Memilih Jurusan agar Peluang Beasiswa Lebih Terarah

Meskipun kesempatan lintas jurusan terbuka, calon pendaftar tetap perlu memiliki alasan yang kuat ketika menentukan program studi tujuan.

LPDP memberikan perhatian pada rencana pascastudi dan kontribusi yang akan dilakukan penerima beasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Dengan kata lain, pelamar perlu menunjukkan bahwa pilihan jurusan bukan sekadar keinginan untuk mencoba bidang baru, melainkan bagian dari rencana pengembangan kapasitas yang memiliki manfaat lebih luas.

Sebagai gambaran, lulusan pendidikan yang ingin mengambil S2 teknologi informasi dapat menghubungkan pilihannya dengan kebutuhan pengembangan sistem pembelajaran digital di Indonesia.

Begitu pula lulusan ekonomi yang ingin mendalami kebijakan publik dapat menjelaskan bagaimana keahlian tersebut akan digunakan untuk mendukung perbaikan tata kelola pembangunan.

Selain menyiapkan rencana kontribusi, pelamar juga harus memastikan bahwa program studi tujuan menerima mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Sebab, ketentuan penerimaan mahasiswa baru tetap menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi.

Kenali Perbedaan Fokus Beasiswa LPDP

Dalam menentukan program beasiswa, calon pelamar juga perlu memahami arah pendanaan yang ditawarkan LPDP.

Sebagai contoh, terdapat dua kategori yang memiliki fokus kontribusi berbeda, yakni LPDP SHARE dan LPDP Industri Strategis.

LPDP SHARE mengutamakan kontribusi pada bidang sosial, budaya, humaniora, keagamaan, pendidikan, serta bidang lain yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat.

Sementara itu, LPDP Industri Strategis diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang memiliki peran penting bagi kemajuan industri nasional.

Beberapa bidang prioritasnya mencakup:

  1. Kesehatan.
  2. Ketahanan pangan.
  3. Digitalisasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
  4. Hilirisasi dan industrialisasi.
  5. Pertahanan.
  6. Material dan manufaktur maju.
  7. Energi.
  8. Maritim.

Kesesuaian antara pilihan program studi dan orientasi kontribusi menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan pendaftaran.

Tujuh Beasiswa LPDP Co-Funding yang Bisa Dipertimbangkan

Selain memahami peluang lintas jurusan, calon mahasiswa juga dapat mempertimbangkan skema beasiswa LPDP Co-Funding.

Skema ini merupakan pendanaan pendidikan yang melibatkan kerja sama antara pemerintah dan mitra. Dengan demikian, pembiayaan beasiswa tidak hanya bersumber dari pemerintah, tetapi juga didukung oleh institusi mitra sesuai ketentuan program.

Berdasarkan informasi dalam referensi pendaftaran yang tersedia, terdapat tujuh program LPDP Co-Funding yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa jenjang magister maupun doktor.

Berikut daftarnya:

  1. LPDP-NAIST: Program Master dan Doktor.
  2. LPDP-University College Dublin (UCD): Program Master.
  3. LPDP-The University of Sydney: Program Doktor bidang Teknik.
  4. LPDP-TU Braunschweig: Program Doktor bidang Semikonduktor.
  5. LPDP-UC Davis: Program Doktor.
  6. LPDP-Washington University in St. Louis: Program Doktor.
  7. LPDP-The University of Queensland: Program Doktor.

Ketujuh program tersebut memiliki sasaran jenjang dan bidang studi yang berbeda. Karena itu, calon pendaftar perlu mencermati persyaratan masing-masing sebelum menentukan program yang akan dipilih.

Pendaftaran Disebut Dibuka hingga 1 Desember 2027

Berdasarkan informasi dalam referensi, pendaftaran tujuh program LPDP Co-Funding tersebut dapat dilakukan paling lambat 1 Desember 2027.

Informasi mengenai persyaratan, ketentuan pendanaan, pilihan universitas, serta mekanisme pendaftaran dapat diperiksa melalui situs resmi LPDP di https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

Calon pendaftar sebaiknya tidak hanya berfokus pada peluang memperoleh pendanaan. Kesesuaian latar belakang akademik dengan ketentuan universitas, kesiapan dokumen, serta perencanaan kontribusi setelah lulus juga perlu dipersiapkan sejak awal.

Kesempatan mengambil jurusan berbeda dari pendidikan sebelumnya memang membuka jalan baru bagi calon mahasiswa. Namun, keberhasilan mendapatkan beasiswa tetap membutuhkan persiapan yang terukur dan pilihan studi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tags:

Komentar Pengguna