Lifestyle
Rahman Abdullah

Media Sosial Bisa Berdampak pada Mental Remaja, Kenali 5 Risikonya

Media Sosial Bisa Berdampak pada Mental Remaja, Kenali 5 Risikonya

01 Oktober 2026 | 19:39

Keboncinta.com-- Media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan remaja. Berbagai platform digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, mengikuti tren, berbagi pengalaman, sekaligus menyalurkan kreativitas.

Kehadiran media sosial memang memberikan banyak manfaat. Remaja dapat lebih mudah memperoleh pengetahuan, terhubung dengan teman, serta menemukan berbagai komunitas dan aktivitas yang sesuai dengan minat mereka.

Namun, penggunaan yang terlalu lama dan tidak terkontrol juga perlu mendapat perhatian. Waktu yang berlebihan di dunia digital dapat memengaruhi kondisi emosional, hubungan sosial, kebiasaan tidur, hingga cara remaja memandang dirinya sendiri.

Paparan konten secara terus-menerus, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, serta pengalaman negatif di internet dapat menjadi sumber tekanan. Karena itu, orang tua dan remaja perlu memahami sejumlah risiko yang mungkin muncul.

1. Rasa Cemas Bisa Semakin Meningkat

Salah satu hal yang dapat muncul ketika remaja terlalu sering menggunakan media sosial adalah meningkatnya rasa cemas.

Melalui layar, mereka dapat melihat berbagai pencapaian, penampilan, gaya hidup, perjalanan, maupun aktivitas pengguna lain dalam waktu yang sangat singkat. Kondisi tersebut terkadang membuat seseorang merasa kehidupannya tidak semenarik atau sesukses kehidupan orang lain.

Padahal, unggahan di media sosial umumnya hanya menampilkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang. Foto dan video juga dapat dipilih, diedit, atau disusun sedemikian rupa sebelum dibagikan.

Jika konten tersebut dijadikan standar untuk mengukur kehidupan sendiri, rasa percaya diri dapat ikut terpengaruh. Remaja mungkin merasa tertinggal atau kurang berhasil, meskipun kenyataan di balik unggahan yang mereka lihat belum tentu seperti yang dibayangkan.

2. Muncul Tekanan untuk Selalu Tampil Sempurna

Media sosial juga dapat menciptakan dorongan bagi remaja untuk mengikuti standar tertentu agar dianggap menarik atau diterima oleh lingkungan.

Mereka mungkin merasa perlu memiliki penampilan, barang, aktivitas, maupun pencapaian seperti yang sering ditampilkan oleh pengguna lain atau influencer. Jika kebiasaan membandingkan diri terus berlangsung, penerimaan terhadap diri sendiri dapat menjadi semakin sulit.

Tekanan tersebut juga bisa muncul dari keinginan memperoleh banyak likes, komentar, pengikut, atau respons positif. Sebagian remaja akhirnya menjadi terlalu memikirkan bagaimana orang lain menilai dirinya.

Padahal, jumlah pengikut dan respons di media sosial tidak dapat menjadi ukuran mutlak mengenai nilai diri seseorang ataupun kualitas kehidupannya.

3. Cyberbullying Dapat Memengaruhi Kepercayaan Diri

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah cyberbullying atau perundungan yang dilakukan melalui media digital.

Bentuknya dapat berupa komentar kasar, hinaan, ejekan, penyebaran informasi yang merugikan, hingga pesan yang membuat seseorang merasa takut atau terancam.

Bagi remaja yang sedang berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional, pengalaman tersebut dapat terasa sangat berat. Perundungan yang terjadi berulang kali dapat membuat korban merasa tidak aman dan kehilangan kepercayaan diri.

Ketika mengalami cyberbullying, remaja sebaiknya tidak membalas dengan tindakan serupa. Bukti berupa tangkapan layar atau pesan dapat disimpan, sementara akun pelaku bisa diblokir atau dilaporkan melalui fitur yang tersedia.

Masalah tersebut juga sebaiknya disampaikan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang dapat dipercaya sehingga remaja tidak menghadapinya seorang diri.

4. Risiko Kejahatan Digital Semakin Perlu Diwaspadai

Aktivitas yang tinggi di media sosial berarti semakin banyak pula interaksi dengan orang dan akun yang beragam. Masalahnya, tidak semua informasi maupun akun yang ditemui di internet dapat dipercaya.

Remaja dapat menghadapi berbagai risiko digital, mulai dari penipuan, pencurian identitas, tautan berbahaya, hingga upaya memperoleh data pribadi.

Karena itu, pemahaman mengenai keamanan digital menjadi bagian penting dalam penggunaan media sosial. Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, kode keamanan, maupun data pribadi lainnya tidak seharusnya dibagikan sembarangan.

Permintaan pertemanan dari akun yang tidak dikenal juga perlu diperiksa terlebih dahulu. Jika terdapat aktivitas yang mencurigakan, sebaiknya tidak langsung menerima permintaan atau mengikuti instruksi yang diberikan akun tersebut.

5. Waktu Tidur Bisa Terganggu

Kebiasaan membuka media sosial hingga malam hari juga dapat membuat waktu istirahat menjadi berkurang.

Notifikasi, video pendek, komentar, maupun percakapan di media sosial dapat membuat remaja terus ingin memeriksa perangkat meskipun sudah mendekati waktu tidur.

Tags:
Media Sosial Bullying Anak Remaja

Komentar Pengguna