Keboncinta.com — Kamera tersembunyi menjadi salah satu ancaman privasi yang perlu diwaspadai ketika seseorang menginap di hotel, apartemen sewaan, maupun penginapan lainnya. Perangkat pengintai tersebut dapat disamarkan dalam berbagai benda sehari-hari, mulai dari pulpen, jam dinding, pengisi daya, hingga bingkai foto.
Bentuknya yang semakin kecil membuat kamera tersembunyi sulit dikenali hanya dengan pemeriksaan visual. Kondisi ini mendorong para peneliti mengembangkan teknologi pendeteksi yang lebih praktis dan mudah digunakan.
Salah satu inovasi terbaru datang dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) melalui perangkat bernama SweepLED. Teknologi ini dirancang sebagai alat tambahan untuk ponsel pintar yang dapat membantu menemukan kamera tersembunyi menggunakan pancaran cahaya LED dan kecerdasan buatan (AI).
Dilaporkan Digital Trends, Selasa (1/9/2026), perangkat tersebut memiliki perkiraan biaya pembuatan sekitar USD 7 atau setara Rp124 ribu. Jika dikembangkan menjadi produk komersial, SweepLED berpotensi menjadi alternatif alat pendeteksi kamera yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Jangan Sampai Direkam Diam-Diam, Begini Cara Memeriksa Kamera Tersembunyi Pakai HP
Selama ini, sejumlah alat pendeteksi kamera tersembunyi menggunakan metode sederhana berupa pancaran cahaya untuk mencari pantulan dari lensa kamera.
Prinsip kerjanya cukup mudah. Pengguna mengarahkan cahaya ke berbagai benda, kemudian mengamati apakah terdapat pantulan terang yang diduga berasal dari lensa kamera.
Namun, metode tersebut memiliki kelemahan. Tidak semua pantulan cahaya berasal dari kamera tersembunyi.
Benda berbahan kaca, logam, dan plastik mengilap juga dapat menghasilkan pantulan yang terlihat menyerupai refleksi lensa. Akibatnya, pengguna sering kesulitan membedakan antara kamera pengintai dan benda biasa.
Masalah tersebut membuat pemeriksaan secara manual tidak selalu memberikan hasil yang akurat. Pengguna bisa saja melewatkan kamera tersembunyi karena pantulannya tidak terlihat jelas atau justru salah mengidentifikasi benda lain sebagai kamera.
Sebuah studi dari University College London (UCL) yang disebut dalam laporan tersebut juga menyoroti keterbatasan perangkat deteksi yang tersedia di pasaran. Dalam pengujian yang dirujuk, alat-alat tersebut dilaporkan gagal mendeteksi 59 persen perangkat.
Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan teknologi yang mampu mengenali karakteristik lensa kamera secara lebih spesifik.
SweepLED merupakan sistem pendeteksi kamera tersembunyi yang memanfaatkan pencahayaan LED bergerak dan analisis berbasis AI.
Berbeda dari alat konvensional yang hanya mengandalkan pantulan cahaya, teknologi ini mengamati perubahan karakteristik pantulan ketika sumber cahaya bergerak dari berbagai sudut.
Cara kerjanya dimulai dengan menempatkan kamera ponsel dalam posisi tetap. Setelah itu, perangkat SweepLED memancarkan sinar LED yang bergerak melewati beberapa sudut pencahayaan.
Proses tersebut penting karena lensa kamera memiliki struktur optik internal yang berbeda dari permukaan benda biasa. Ketika terkena cahaya dari berbagai arah, lensa dapat menghasilkan pola pantulan dengan karakteristik tertentu.
Pola tersebut kemudian direkam menggunakan kamera ponsel dalam bentuk video singkat.
Selanjutnya, model kecerdasan buatan menganalisis rekaman untuk mengenali distorsi dan karakteristik pantulan yang diduga berasal dari lensa kamera.
Jika sistem menemukan indikasi kamera tersembunyi, SweepLED dapat membantu menunjukkan lokasi benda yang dicurigai secara lebih presisi.
Dengan pendekatan ini, pengguna tidak harus mengandalkan pengamatan mata untuk menilai setiap pantulan yang ditemukan selama pemeriksaan.
Salah satu hal menarik dari penelitian SweepLED adalah hasil pengujiannya terhadap berbagai benda sehari-hari.
Para peneliti menguji teknologi tersebut menggunakan 30 benda yang berpotensi ditemukan di kamar hotel maupun penginapan. Benda-benda tersebut menjadi objek pengujian untuk melihat kemampuan sistem membedakan karakteristik lensa kamera dari pantulan benda biasa.
Hasilnya, SweepLED dilaporkan mampu mendeteksi kamera tersembunyi dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen.
Selain tingkat akurasi tersebut, waktu pemrosesannya juga tergolong singkat. Sistem ini diklaim mampu menyelesaikan analisis dalam waktu kurang dari lima detik untuk setiap objek.
Kecepatan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang berpotensi membuat proses pemeriksaan kamar lebih praktis.
Meski demikian, angka akurasi 94 persen berasal dari pengujian penelitian. Hasilnya belum tentu sama ketika perangkat digunakan dalam berbagai kondisi nyata, seperti pencahayaan berbeda, jarak pemeriksaan, bentuk kamera, maupun posisi pemasangan yang beragam.
Karena itu, SweepLED tetap perlu melalui pengujian lebih luas sebelum dapat dianggap sebagai solusi yang sepenuhnya andal.
Penelitian SweepLED dipimpin oleh Prof. Jun Han dari KAIST dengan melibatkan tim peneliti dari National University of Singapore dan Singapore Management University.
Inovasi tersebut telah dipresentasikan dalam ajang ACM MobiSys 2026, sebuah forum yang berkaitan dengan penelitian sistem dan teknologi komputasi bergerak.
Keterlibatan sejumlah institusi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SweepLED merupakan hasil kolaborasi penelitian lintas negara.
Salah satu aspek menarik dari konsep ini adalah penggunaan komponen yang relatif sederhana. Perangkat tambahan berupa lampu LED dapat dipadukan dengan kemampuan kamera ponsel dan pemrosesan AI untuk menghasilkan sistem pendeteksi.
Pendekatan tersebut berpotensi menekan biaya produksi dibandingkan perangkat pendeteksi khusus yang menggunakan komponen lebih kompleks.
Baca Juga: Jangan Tergiur Kamera Besar, Ini 5 Spesifikasi HP yang Lebih Penting
Walaupun sudah dipresentasikan dalam forum penelitian internasional, SweepLED belum diumumkan sebagai produk yang tersedia secara massal di pasaran.
Perkiraan biaya USD 7 atau sekitar Rp124 ribu merupakan biaya yang disebut dalam laporan untuk perangkat tersebut, bukan harga jual resmi produk komersial.
Masih diperlukan pengembangan lebih lanjut agar teknologi ini dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat umum. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan mencakup kompatibilitas dengan berbagai jenis ponsel, kemudahan pemasangan, ketahanan perangkat, serta kemampuan mendeteksi beragam model kamera tersembunyi.
Jika nantinya berhasil dikembangkan menjadi produk konsumen, SweepLED berpotensi membantu wisatawan memeriksa kamar hotel atau penginapan secara lebih praktis.
SweepLED menawarkan pendekatan baru dalam mendeteksi kamera tersembunyi dengan menggabungkan pencahayaan LED bergerak, kamera ponsel, dan kecerdasan buatan.
Dengan akurasi pengujian yang dilaporkan mencapai 94 persen serta waktu analisis kurang dari lima detik per objek, teknologi ini memiliki potensi untuk menjadi alat pemeriksaan privasi yang terjangkau.
Namun, SweepLED masih berada pada tahap pengembangan penelitian dan belum tersedia secara massal. Pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan lingkungan secara menyeluruh serta tidak mengandalkan satu alat saja untuk memastikan keamanan privasi di tempat penginapan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir