Keboncinta.com-- Saat sedang memiliki emosi yang tinggi dan hampir meledak, terkadang kita memilih untuk berdiam diri. Bukan karena tidak peduli dengan keadaan, melainkan memberikan waktu kepada diri sendiri untuk menenangkan pikiran dan mengendalikan emosi. Berdiam diri dalam kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kita mengatakan atau melakukan sesuatu yang mungkin akan disesali setelah emosi mereda.
Diam Bukan Berarti Tidak Peduli
Ketika seseorang sedang marah, tidak semua hal harus langsung disampaikan. Ada kalanya kita membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum membicarakan persoalan yang sedang terjadi. Diam bukan berarti mengabaikan masalah atau tidak peduli dengan perasaan orang lain. Justru, berdiam sejenak dapat menjadi bentuk usaha untuk mengontrol diri agar emosi tidak semakin besar.
Ketika emosi sedang berada di puncaknya, perkataan yang keluar terkadang tidak lagi dipikirkan dengan baik. Kita bisa saja mengatakan sesuatu karena terbawa amarah, kemudian menyesal setelah keadaan kembali tenang. Oleh karena itu, mengambil jeda dapat menjadi pilihan ketika kita merasa belum mampu berbicara dengan tenang.
Setelah Tenang, Barulah Membicarakannya
Berdiam diri sebaiknya bukan berarti menghindari masalah selamanya. Setelah perasaan mulai tenang, persoalan tetap perlu dibicarakan dengan baik. Dalam keadaan yang lebih tenang, kita bisa menyampaikan apa yang dirasakan tanpa harus meluapkan emosi. Kita juga memiliki kesempatan untuk mendengarkan sudut pandang orang lain dan mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.
Mengontrol emosi bukan berarti kita tidak boleh marah. Marah merupakan bagian dari emosi manusia. Yang penting adalah bagaimana kita merespons emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pada akhirnya, berdiam sejenak ketika emosi sedang memuncak bisa menjadi pilihan yang baik selama tujuannya untuk menenangkan diri, bukan untuk menghukum atau mengabaikan orang lain. Terkadang, kita memang membutuhkan sedikit waktu untuk diam agar dapat kembali berbicara dengan kepala yang lebih tenang dan hati yang lebih siap memahami keadaan.