Pendidikan
Dewi Safitri

P2G Minta Penjurusan SMA 2027 Tak Sekadar Kembalikan IPA, IPS, dan Bahasa

P2G Minta Penjurusan SMA 2027 Tak Sekadar Kembalikan IPA, IPS, dan Bahasa

06 November 2026 | 09:28

KebonCinta.com - Rencana pemerintah mengembalikan sistem penjurusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai tahun ajaran 2027 dinilai perlu disertai pembaruan konsep peminatan. Skema penjurusan tidak cukup hanya menghidupkan kembali pembagian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa, tetapi juga perlu mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendorong pemerintah merancang sistem penjurusan yang lebih fleksibel dan lintas disiplin ilmu. Hal ini dinilai penting karena kompetensi yang dibutuhkan dalam kehidupan profesional saat ini semakin kompleks dan tidak selalu dapat dipisahkan berdasarkan bidang keilmuan tertentu.

Baca Juga: Mau Tuntaskan Kuliah S3? Kemdiktisaintek Buka Beasiswa untuk Dosen, Ini Dua Skema yang Bisa Dipilih 

Koordinator P2G, Satriwan Salim, menilai dunia kerja modern membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan multidisipliner. Salah satu contohnya adalah sektor ekonomi digital yang menggabungkan keterampilan matematika, pemahaman sosial, dan penguasaan teknologi.

Dengan demikian, pembatasan peminatan hanya pada tiga kelompok keilmuan dikhawatirkan membuat pengembangan kompetensi siswa kurang sesuai dengan kebutuhan profesi masa depan.

Baca Juga: Beasiswa Penyelesaian S3 Kemdiktisaintek 2026 Dibuka hingga 11 November, Ini Syarat Dosen dan Dua Skema Bantuan 

P2G memandang sistem penjurusan perlu dirancang secara lebih adaptif agar siswa memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai dengan tantangan zaman. Pendidikan SMA juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengelompokan mata pelajaran, tetapi mampu membekali peserta didik untuk memahami dan merespons persoalan masyarakat.

Baca Juga: Mulai 2027/2028, Kenaikan Kelas Siswa Tak Lagi Otomatis, Karakter Jadi Penilaian 

Penjurusan Perlu Menjawab Tantangan Zaman

Perubahan kebutuhan kompetensi tersebut turut memengaruhi arah pengembangan kurikulum pendidikan menengah. Berbagai persoalan kontemporer, mulai dari kemiskinan, perubahan iklim, kesehatan, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), membutuhkan pendekatan yang melibatkan lebih dari satu disiplin ilmu.

Karena itu, P2G mendorong pemerintah mempertimbangkan skema peminatan yang dapat mengintegrasikan sejumlah bidang keilmuan. Model tersebut diharapkan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan secara lebih luas tanpa terkungkung oleh batas-batas jurusan konvensional.

Pendekatan multidisipliner juga dinilai dapat membantu peserta didik memahami persoalan secara lebih komprehensif. Misalnya, persoalan kemiskinan tidak hanya dapat dikaji melalui ilmu sosial dan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, serta perubahan iklim.

Kebutuhan tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk tidak sekadar mengembalikan sistem penjurusan lama, melainkan melakukan penyesuaian berdasarkan perkembangan masyarakat dan dunia profesional.

Pemerintah Diminta Evaluasi Kurikulum Merdeka

Selain mengusulkan pembaruan sistem peminatan, P2G juga meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang sebelumnya menghapus pengelompokan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui efektivitas kebijakan yang telah berjalan selama kurang lebih lima tahun. Hasil evaluasi dapat menjadi landasan dalam menentukan model penjurusan baru agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya didasarkan pada perubahan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan peserta didik.

P2G turut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan tersebut. Organisasi profesi guru, pakar pendidikan, serta pihak terkait lainnya perlu dilibatkan dalam menyusun struktur penjurusan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan pelibatan berbagai pihak, pengembalian sistem penjurusan SMA diharapkan menjadi bagian dari pembenahan pendidikan menengah. Tantangannya bukan semata menentukan siswa masuk jurusan IPA, IPS, atau Bahasa, melainkan memastikan setiap jalur peminatan mampu memberikan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Tags:
p2g bahasa jurusan sma penjurusan sma

Komentar Pengguna