Keboncinta.com-- Pencairan tunjangan sertifikasi adalah bentuk penghargaan negara atas profesionalisme guru. Meski menjadi hak, pencairan tunjangan ini tidak datang secara otomatis.
Ada tahapan administrasi yang wajib dipenuhi agar dana bisa diterima tanpa kendala.
Mulai dari keakuratan data di Dapodik, pengecekan status melalui Info GTK, hingga terbitnya Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP), semua proses harus berjalan dengan benar. Kesalahan kecil saja bisa membuat tunjangan tertunda bahkan gagal cair.
Baca Juga: Guru ASN Masuk Sekolah Swasta: Solusi Pendidikan atau Ancaman bagi Guru Honorer?
Langkah paling krusial terletak pada validitas data di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Guru perlu berkoordinasi dengan operator sekolah untuk memastikan beberapa poin penting berikut sudah sesuai:
Status keaktifan harus tercatat sebagai aktif mengajar
Linearitas mata pelajaran sesuai dengan sertifikat pendidik
Beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu, termasuk tugas tambahan seperti wali kelas atau pembina ekstrakurikuler yang wajib terinput
NUPTK dan Verval PTK harus valid, tidak ganda, dan sudah lolos verifikasi dengan tanda centang hijau
Data yang belum valid di Dapodik akan berdampak langsung pada status Info GTK.
Baca Juga: Aturan Baru Sarana Sekolah Resmi Berlaku, Ini Dampaknya bagi Dunia Pendidikan
Setelah sinkronisasi Dapodik, guru wajib memantau data melalui portal Info GTK. Biasanya, pembaruan data semester baru mulai muncul pada akhir Januari.
Status “Valid” di Info GTK menjadi penanda penting karena menjadi dasar penerbitan SKTP oleh pemerintah. Jika masih muncul keterangan “Invalid”, segera cek penyebabnya dan koordinasikan dengan operator sekolah.
Bagi guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik, pastikan:
Fotokopi sertifikat pendidik telah diserahkan ke operator sekolah
Nomor Registrasi Guru (NRG) diterbitkan otomatis oleh sistem pusat
NUPTK sudah aktif, karena tanpa NUPTK status Info GTK tidak akan valid meskipun sertifikat pendidik sudah dimiliki
Dengan mengikuti alur mulai dari pembaruan data Dapodik, pengecekan Info GTK, hingga memastikan NUPTK dan NRG aktif, guru dapat meminimalkan risiko keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Tak Otomatis Jadi Penuh Waktu, Ini Fakta dan Syarat yang Jarang Diketahui
Ketelitian dalam administrasi menjadi kunci utama agar SKTP terbit tepat waktu dan tunjangan sertifikasi bisa diterima tanpa kendala.***