Pendidikan
Rahman Abdullah

Pengawas TKA 2026 Bukan Langsung Ditentukan Sekolah, Ini Alur Pengusulan hingga Penugasannya

Pengawas TKA 2026 Bukan Langsung Ditentukan Sekolah, Ini Alur Pengusulan hingga Penugasannya

06 Oktober 2026 | 18:54

KebonCinta.com-- Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) membutuhkan persiapan yang tidak hanya berfokus pada peserta didik. Sekolah juga perlu memahami mekanisme pengawasan agar pelaksanaan asesmen berjalan tertib, objektif, dan sesuai ketentuan.

Salah satu hal yang masih menjadi pertanyaan di satuan pendidikan adalah proses pengusulan pengawas, jumlah pengawas yang perlu diajukan, hingga mekanisme pengawasan menggunakan Zoom.

Memahami tahapan tersebut penting karena nama pengawas yang dimasukkan sekolah ke dalam sistem TKA belum otomatis menjadi pengawas yang bertugas.

Sekolah hanya mengusulkan calon pengawas

Data pengawas yang dimasukkan sekolah melalui laman resmi TKA pada dasarnya masih berupa usulan. Penetapan pengawas secara resmi menjadi kewenangan dinas pendidikan.

Artinya, sekolah dapat mengajukan beberapa nama, tetapi seluruh calon tersebut belum tentu mendapatkan penugasan. Dalam kondisi tertentu, hanya sebagian nama yang ditetapkan, bahkan bisa saja hanya satu pengawas yang menerima tugas.

Jumlah calon yang diajukan umumnya menyesuaikan jumlah ruang ujian dan lama pelaksanaan TKA. Sebagai gambaran, jika terdapat satu ruang yang digunakan selama dua hari, sekolah dapat mengusulkan dua calon pengawas. Jika tersedia dua ruang dengan pelaksanaan selama dua hari, jumlah usulan dapat menjadi empat orang.

Meski demikian, sekolah tetap perlu mengikuti arahan dinas pendidikan masing-masing karena teknis pengawasan dapat disesuaikan dengan kebijakan daerah.

Baca Juga: Cara Keluar dan Pindah Aplikasi Proktor Browser TKA 2026, Proktor Wajib Tahu 

Data calon pengawas harus dilengkapi

Pengusulan calon pengawas dilakukan melalui bagian administrasi tes pada laman TKA. Sekolah kemudian masuk ke menu calon pengawas untuk memasukkan data yang diperlukan.

Informasi yang perlu dilengkapi antara lain foto, NIP atau NIK, nama lengkap, alamat email aktif, serta mata pelajaran yang diampu.

Selama periode penginputan masih dibuka, sekolah masih dapat memperbaiki maupun menambahkan data calon pengawas yang telah dimasukkan.

Calon pengawas juga disarankan berasal dari guru yang sudah tercatat dalam Dapodik. Untuk SD, guru kelas 6 sebaiknya tidak dipilih sebagai calon pengawas. Sementara pada jenjang SMP, guru Matematika dan Bahasa Indonesia juga sebaiknya tidak diajukan.

Pengawasan dilakukan secara silang

TKA menerapkan pola pengawasan silang antarsekolah. Dengan mekanisme ini, pengawas yang berasal dari satu sekolah dapat memperoleh tugas untuk mengawasi peserta di sekolah lain.

Pola tersebut bertujuan menjaga independensi dan mengurangi potensi konflik kepentingan selama asesmen berlangsung.

Setelah penetapan dilakukan, dinas pendidikan biasanya menyampaikan daftar penugasan dalam bentuk dokumen seperti PDF atau Excel. Di dalamnya dapat tercantum sekolah asal pengawas, sekolah tujuan, ruang ujian, sesi, serta jadwal pengawasan.

Pengawas yang telah mendapatkan tugas kemudian dapat mencetak kartu login melalui menu manajemen pengawas di laman TKA. Kartu tersebut memuat akun berupa username dan password yang digunakan untuk masuk ke sistem.

Melalui akun tersebut, pengawas dapat memperoleh informasi mengenai lokasi penugasan, jadwal, serta kebutuhan teknis lainnya, termasuk tautan Zoom dan grup koordinasi WhatsApp.

Baca Juga: 5 Contoh Soal TKA Matematika SMA 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan 

Pengawasan TKA dapat menggunakan Zoom

Selain pengawasan langsung, TKA juga dapat menggunakan Zoom pada waktu tertentu. Namun, mekanisme daring tersebut tidak selalu diterapkan pada setiap sesi ujian.

Pengawas dari sejumlah sekolah dapat bergabung dalam satu ruang Zoom dan dikoordinasikan oleh pengawas penyelia. Pengawas penyelia bertugas memantau kehadiran serta membantu mengoordinasikan jalannya pengawasan di sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawabnya.

Hal penting yang perlu diketahui, perangkat Zoom disiapkan oleh sekolah tempat pengawas menjalankan tugas. Pengawas tidak perlu membawa perangkat Zoom sendiri.

Pengawas yang mendapat tugas ke sekolah lain menggunakan tautan Zoom milik sekolah tujuan. Sebaliknya, sekolah asal menggunakan tautan Zoom dari pengawas yang datang untuk menjalankan pengawasan di sekolah tersebut.

Koordinasi dengan dinas tetap diperlukan

Mekanisme pengawasan TKA perlu dipahami sejak tahap persiapan karena kesalahan dalam pengusulan maupun penentuan personel dapat menimbulkan kendala ketika ujian berlangsung.

Sekolah sebaiknya tidak hanya berpatokan pada jumlah calon pengawas yang diajukan, tetapi juga mengikuti ketentuan teknis dari dinas pendidikan setempat.

Mengingat petunjuk teknis dapat mengalami penyesuaian, komunikasi dengan dinas pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh persiapan pengawasan TKA berjalan sesuai ketentuan terbaru.***

Tags:
TKA Pengawas Dapodik

Komentar Pengguna