Perbedaan Karakteristik Teks SD dan SMP pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam TKA

Perbedaan Karakteristik Teks SD dan SMP pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam TKA

08 Februari 2026 | 17:37

Keboncinta.com-- Dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), setiap mata pelajaran memiliki karakteristik penilaian yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta didik. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, salah satu aspek yang sangat diperhatikan adalah karakteristik teks yang digunakan sebagai stimulus soal.

Perbedaan karakteristik teks antara jenjang SD/MI dan SMP/MTs pada mata pelajaran Bahasa Indonesia bukanlah tanpa alasan. Perbedaan ini disesuaikan dengan perkembangan kemampuan literasi, bahasa, dan daya pikir peserta didik agar TKA benar-benar mengukur kompetensi akademik secara proporsional.

Karakteristik Teks Bahasa Indonesia Jenjang SD dalam TKA

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SD, teks yang digunakan dalam TKA disusun dengan memperhatikan kemampuan dasar membaca dan memahami bacaan. Kosakata yang digunakan didominasi oleh kata dasar dan kata berimbuhan sederhana serta menggunakan kata konkret yang dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Makna kata cenderung bersifat denotatif, dengan penggunaan makna konotatif yang masih terbatas.

Struktur kalimat dalam teks Bahasa Indonesia jenjang SD relatif sederhana, dengan panjang kalimat sekitar 3–7 kata dan menggunakan pola dasar SPOK (Subjek–Predikat–Objek–Keterangan). Dari sisi wacana, teks menekankan kohesi pengacuan (referensi) serta penggunaan konjungsi penambahan dan penjelasan. Panjang teks disesuaikan dengan daya baca siswa, yaitu sekitar 150–200 kata, kecuali teks puisi.

Karakteristik Teks Bahasa Indonesia Jenjang SMP dalam TKA

Berbeda dengan jenjang SD, mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMP menggunakan teks dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Kosakata yang digunakan mencakup kata umum, kata berimbuhan/konfiks, kata abstrak, serta mulai memperkenalkan istilah teknis. Selain makna denotatif, teks juga memuat makna konotatif dalam konteks tertentu.

Struktur kalimat dalam teks Bahasa Indonesia jenjang SMP lebih bervariasi, dengan panjang rata-rata 5–9 kata per kalimat, meliputi kalimat tunggal berbagai pola dan kalimat majemuk setara. Pada tataran wacana, teks menampilkan hubungan antarparagraf yang lebih kompleks, seperti perbandingan dan penekanan (intensifikasi), serta penggunaan tanda baca yang berfungsi mendukung kejelasan isi. Panjang teks umumnya berada pada kisaran 200–250 kata, kecuali teks puisi.

Pentingnya Pemahaman Guru Bahasa Indonesia terhadap TKA

Bagi guru Bahasa Indonesia, pemahaman terhadap perbedaan karakteristik teks SD dan SMP sangat penting karena berkaitan langsung dengan:

1. Penyusunan pembelajaran yang selaras dengan tuntutan TKA

2. Pemilihan teks bacaan yang sesuai dengan jenjang peserta didik

3. Penyusunan latihan dan evaluasi yang proporsional

Dengan memahami karakteristik teks yang digunakan dalam TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan literasi secara bertahap dan mempersiapkan mereka menghadapi asesmen dengan lebih baik.

Tags:
Tes Kemampuan Akademik TKA Bahasa Indonesia Pendidikan Sekolah Dasar Pendidikan Sekolah Menengah Pertama

Komentar Pengguna