KEBONCINTA.COM — Penguatan literasi digital dan akses pendidikan nonformal menjadi perhatian dalam puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”. Melalui tema ini, pemerintah mendorong kemampuan literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 25 September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa perubahan sosial dan perkembangan teknologi menuntut kecakapan masyarakat yang semakin luas.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, I Gusti Made Ardana, menyampaikan bahwa literasi perlu membantu masyarakat memahami keadaan, memilah informasi, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat.
Penguatan kemampuan tersebut diharapkan mendukung masyarakat dalam bekerja, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah juga mengaitkannya dengan program revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
Perhatian turut diberikan kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Lembaga pendidikan nonformal ini didorong memperkuat tata kelola agar lebih optimal membantu masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan secara memadai.
Dalam laporan KuasaKata mengenai kegiatan tersebut, Made menekankan perlunya kolaborasi pemerintah daerah dan PKBM untuk menangani persoalan anak tidak sekolah. Dukungan pemerintah terhadap program pendidikan nonformal dinilai penting agar layanan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, turut menyoroti tantangan literasi di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, kecakapan literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami keberagaman dan membangun hubungan sosial yang inklusif.
Rangkaian peringatan diisi dengan pertunjukan seni, pameran literasi dan pendidikan nonformal, serta diskusi mengenai literasi digital dan pendidikan yang inklusif.
Sebagai dukungan terhadap budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan masing-masing 100 buku kepada lima PKBM. Penerimanya adalah PKBM Toyibah, Al-Fikri, Bunda Isna, Lancar Lestari, dan Annisa.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, lembaga pendidikan nonformal, komunitas, serta pegiat literasi. Penguatan kerja sama diharapkan membuat kegiatan belajar semakin dekat dengan masyarakat dan menjangkau kelompok usia maupun wilayah yang lebih luas.
Peringatan Hari Aksara di Cilacap Dorong Literasi Digital dan Penguatan PKBM
KEBONCINTA.COM — Penguatan literasi digital dan akses pendidikan nonformal menjadi perhatian dalam puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”. Melalui tema ini, pemerintah mendorong kemampuan literasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memahami informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 25 September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa perubahan sosial dan perkembangan teknologi menuntut kecakapan masyarakat yang semakin luas.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, I Gusti Made Ardana, menyampaikan bahwa literasi perlu membantu masyarakat memahami keadaan, memilah informasi, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat.
Penguatan kemampuan tersebut diharapkan mendukung masyarakat dalam bekerja, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah juga mengaitkannya dengan program revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
Perhatian turut diberikan kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Lembaga pendidikan nonformal ini didorong memperkuat tata kelola agar lebih optimal membantu masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan secara memadai.
Dalam laporan KuasaKata mengenai kegiatan tersebut, Made menekankan perlunya kolaborasi pemerintah daerah dan PKBM untuk menangani persoalan anak tidak sekolah. Dukungan pemerintah terhadap program pendidikan nonformal dinilai penting agar layanan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, turut menyoroti tantangan literasi di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, kecakapan literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami keberagaman dan membangun hubungan sosial yang inklusif.
Rangkaian peringatan diisi dengan pertunjukan seni, pameran literasi dan pendidikan nonformal, serta diskusi mengenai literasi digital dan pendidikan yang inklusif.
Sebagai dukungan terhadap budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan masing-masing 100 buku kepada lima PKBM. Penerimanya adalah PKBM Toyibah, Al-Fikri, Bunda Isna, Lancar Lestari, dan Annisa.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, lembaga pendidikan nonformal, komunitas, serta pegiat literasi. Penguatan kerja sama diharapkan membuat kegiatan belajar semakin dekat dengan masyarakat dan menjangkau kelompok usia maupun wilayah yang lebih luas.