Keboncinta.com-- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 semakin mendekati tahap pelaksanaan. Seiring dengan itu, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar segera menuntaskan berbagai persiapan administratif maupun teknis.
Kesiapan sejak dini dinilai menjadi kunci agar seluruh tahapan asesmen dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Mulai dari validasi data peserta, penyediaan sarana pendukung, hingga penunjukan petugas pelaksana harus dipastikan telah memenuhi ketentuan agar pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional berlangsung tertib, lancar, dan akuntabel.
Baca Juga: Jangan Kaget Saat TKA 2026! Ini 3 Materi Matematika SMA/SMK yang Paling Sulit Menurut Kemendikdasmen
Salah satu aspek yang paling menentukan kelancaran pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional adalah keakuratan data administrasi.
Berdasarkan Keputusan Kepala BKPDM Nomor 017/F/AN/2026, seluruh sekolah diwajibkan melakukan pembaruan dan verifikasi data melalui sistem Dapodik maupun EMIS. Data yang valid akan menjadi dasar dalam berbagai proses administrasi, termasuk pengisian instrumen Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Karena itu, sekolah diimbau tidak menunda proses sinkronisasi agar tidak mengalami kendala administrasi saat memasuki tahapan simulasi maupun pelaksanaan ujian utama.
Selain administrasi, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian utama pemerintah.
Setiap satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan seluruh perangkat pendukung telah tersedia dan berfungsi dengan baik sebelum hari pelaksanaan. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:
Proktor secara rutin memantau perkembangan pengisian instrumen melalui dasbor resmi Sulingjar.
Kartu login peserta telah dicetak paling lambat satu hari sebelum ujian dimulai.
Komputer dan jaringan internet dipastikan memadai agar pelaksanaan ujian berjalan tanpa gangguan.
Sekolah menyediakan layanan pendukung bagi peserta didik penyandang disabilitas netra melalui aplikasi pembaca layar seperti NVDA atau JAWS.
Standarisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan pelaksanaan asesmen yang berkualitas sekaligus inklusif bagi seluruh peserta didik.
Baca Juga: Data BKN Ungkap Tren Pengunduran Diri ASN 2026 Didominasi Pegawai Muda dan Masa Kerja Singkat
BKPDM juga telah menetapkan rangkaian tahapan pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional Tahun 2026 untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK.
Tahapan tersebut meliputi:
Pendaftaran peserta: 27 Juli–27 September 2026.
Simulasi pelaksanaan: 21–27 September 2026.
Gladi Bersih Gelombang 1: 5–11 Oktober 2026.
Gladi Bersih Gelombang 2: 12–18 Oktober 2026.
Pelaksanaan Utama Gelombang 1: 26–29 Oktober 2026.
Pelaksanaan Mata Pelajaran Wajib: 31 Oktober–1 November 2026.
Pelaksanaan Utama Gelombang 2: 2–5 November 2026.
Pelaksanaan Mata Pelajaran Pilihan: 7–8 November 2026.
Dengan memahami seluruh jadwal tersebut, sekolah dapat menyusun rencana kerja serta pembagian tugas secara lebih terstruktur sehingga setiap tahapan dapat berjalan sesuai target.
Keberhasilan penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada koordinasi yang baik antara kepala sekolah, operator, proktor, guru, dan seluruh unsur pendukung lainnya.
Kolaborasi yang solid akan mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi sekaligus meminimalkan potensi kendala saat pelaksanaan asesmen berlangsung.
Baca Juga: Resmi! Tahapan dan Jadwal TKA serta Asesmen Nasional 2026, Sekolah Diminta Segera Bersiap
Persiapan TKA dan Asesmen Nasional Tahun 2026 kini memasuki fase yang sangat menentukan. Validasi data Dapodik dan EMIS, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi seluruh unsur di sekolah menjadi fondasi utama agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
Dengan memenuhi seluruh persyaratan teknis sejak awal dan mengikuti jadwal resmi yang telah ditetapkan BKPDM, satuan pendidikan diharapkan mampu menyelenggarakan TKA dan Asesmen Nasional secara optimal sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui proses asesmen yang efektif, tertib, dan transparan.***