Berita
Admin

Pertemuan Hangat Prabowo–Albanese Teguhkan Persahabatan Indonesia dan Australia, Apa yang Dibahas?

Pertemuan Hangat Prabowo–Albanese Teguhkan Persahabatan Indonesia dan Australia, Apa yang Dibahas?

12 November 2025 | 15:56

Keboncinta.com-- Berkunjung ke Australuia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan tête-à-tête dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Kirribilli House, Sydney, pada Rabu, 12 November 2025.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia, yang bertujuan memperkuat hubungan strategis kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

Setibanya di Kirribilli House, Presiden Prabowo disambut hangat oleh PM Albanese di halaman depan salah satu kediaman resmi Perdana Menteri Australia tersebut. Suasana penuh keakraban tampak dalam prosesi penyambutan, menandakan hubungan personal yang erat antara kedua pemimpin.

Baca Juga: Perjalanan Terjal Jenderal Besar Soeharto Menuju Gelar Kehormatan Tertinggi Pahlawan Nasional

Usai penyambutan, Presiden Prabowo menandatangani buku tamu kenegaraan sebagai simbol penghormatan diplomatik.

Pertemuan empat mata kemudian berlangsung di ruang duduk utama Kirribilli House dalam suasana yang akrab namun produktif. Format tertutup menunjukkan pentingnya topik pembahasan yang bersifat strategis antara kedua kepala pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan PM Albanese membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor, antara lain ekonomi dan pembangunan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, serta hubungan antar masyarakat.

Baca Juga: Kemenag Umumkan 101 Ribu Guru Lulus PPG 2025, Tunjangan Naik Mulai Tahun Depan

Kedua pemimpin juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, serta meningkatkan kapasitas industri strategis yang saling menguntungkan di tingkat bilateral.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade. Kedua negara sebelumnya menandatangani Joint Declaration on Comprehensive Partnership pada 5 April 2005, dan pada 31 Agustus 2018, hubungan ini ditingkatkan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Kirribilli House kali ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat diplomasi yang berorientasi pada kemitraan sejajar dan saling menguntungkan.

Baca Juga: Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD Penumpas G30S/PKI yang Kini Jadi Pahlawan Nasional

Melalui dialog yang intens dan terbuka, diharapkan kerja sama Indonesia–Australia dapat terus berkembang dalam menghadapi dinamika global, baik di bidang ekonomi, keamanan, maupun sosial-budaya.

Pertemuan ini tidak hanya menegaskan persahabatan kedua negara, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dan Australia sebagai mitra penting dalam menjaga perdamaian dan keseimbangan di kawasan Indo-Pasifik.***

Tags:
Politik Luar Negri Internasional Presiden Prabowo Subianto

Komentar Pengguna