Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

PPN Kejawanan Cirebon Dikembangkan Jadi Pelabuhan Internasional, Kapasitas Ditargetkan 500 Kapal

PPN Kejawanan Cirebon Dikembangkan Jadi Pelabuhan Internasional, Kapasitas Ditargetkan 500 Kapal

28 Oktober 2026 | 20:22

KebonCinta.com — Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat sektor perikanan, dan membuka peluang perdagangan bagi masyarakat Cirebon serta daerah sekitarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan pelabuhan tersebut. Pernyataannya dipublikasikan ANTARA pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Daddy, kawasan Kejawanan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas perikanan yang memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian daerah.

KAPASITAS PELABUHAN DITARGETKAN MENINGKAT

Baca Juga: Pemkab Cirebon Siapkan Penggabungan Dua BPR Milik Daerah, Ini Tujuan dan Dampaknya bagi Nasabah 

Berdasarkan data pengembangan proyek, PPN Kejawanan memiliki kapasitas pelayanan sekitar 241 kapal pada kondisi awal yang tercatat pada 2024.

Setelah pengembangan selesai, kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 500 kapal. Penambahan fasilitas diharapkan dapat mendukung kegiatan bongkar muat dan pelayanan kapal perikanan.

Kapasitas produksi pendaratan ikan juga ditargetkan mengalami peningkatan, dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Angka tersebut merupakan proyeksi setelah proyek selesai, bukan capaian produksi yang sudah terealisasi pada Oktober 2026.

PROYEK MODERNISASI SENILAI RP459 MILIAR

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah memulai pengembangan PPN Kejawanan melalui proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase I.

Peletakan batu pertama proyek dilaksanakan pada 17 September 2026 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama sejumlah pejabat terkait.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp459 miliar dengan dukungan Islamic Development Bank (IsDB). Waktu pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun.

Melalui proyek tersebut, pemerintah menargetkan pelabuhan perikanan yang lebih modern, bersih, terintegrasi, dan memiliki kemampuan melayani kebutuhan pasar yang lebih luas.

PELUANG PENYERAPAN TENAGA KERJA

KKP juga memperkirakan pengembangan PPN Kejawanan berpotensi menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja.

Potensi tersebut berkaitan dengan meningkatnya kegiatan pelabuhan, pelayanan perikanan, serta aktivitas ekonomi pendukung setelah fasilitas berkembang.

Namun, angka tersebut masih berupa target dampak ekonomi. Pemerintah belum menyatakan bahwa seluruh kesempatan kerja tersebut telah dibuka atau tersedia untuk dilamar.

Masyarakat yang tertarik dengan peluang kerja di kawasan pelabuhan perlu menunggu informasi rekrutmen resmi dari pengelola atau perusahaan terkait.

AKSES BAGI NELAYAN TRADISIONAL

Salah satu perhatian dalam pengembangan PPN Kejawanan adalah kebutuhan nelayan kecil dan tradisional.

KKP menyampaikan bahwa pelabuhan yang lebih modern diharapkan tetap memberikan akses bagi nelayan tradisional untuk beraktivitas serta meningkatkan daya saing.

Peningkatan fasilitas pelayanan dapat membantu mendukung penanganan hasil tangkapan, kegiatan distribusi, dan hubungan antara nelayan dengan pasar.

Namun, manfaat tersebut tetap memerlukan pengelolaan fasilitas serta kebijakan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan berbagai kelompok nelayan.

PEMPROV JABAR SIAP MENATA AKSES JALAN

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan kesiapan pemerintah provinsi mendukung pembangunan infrastruktur menuju PPN Kejawanan.

Rencana tersebut mencakup penataan akses dari gerbang tol menuju kawasan pelabuhan, perbaikan jalan dan trotoar, serta peningkatan penerangan dan kebersihan lingkungan.

Dalam laporan terbaru, penataan trotoar disebut masuk ke dalam rencana pembangunan infrastruktur Provinsi Jawa Barat pada 2027.

Sementara itu, penanganan ruas jalan nasional yang berkaitan dengan akses pelabuhan memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

PELUANG EKONOMI CIREBON RAYA

Daddy Rohanady menilai pengembangan PPN Kejawanan dapat memberikan manfaat bagi wilayah di sekitar Kota Cirebon apabila mampu meningkatkan perdagangan serta distribusi komoditas.

Kegiatan pelabuhan yang berkembang berpotensi mendukung usaha perikanan, transportasi, perdagangan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan proyek perlu didukung kesiapan sarana, konektivitas, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Pengembangan PPN Kejawanan menjadi salah satu proyek strategis yang perlu terus dipantau, terutama terkait kemajuan pembangunan, peningkatan kapasitas pelabuhan, dan realisasi manfaat bagi masyarakat Cirebon.

Tags:
PPN Kejawanan Cirebon Pelabuhan Kejawanan pelabuhan internasional Cirebon KKP proyek Cirebon 2026 perikanan Cirebon ekonomi Ciayumajakuning modernisasi pelabuhan.

Komentar Pengguna