Khazanah
Rahman Abdullah

Psikologi Ternyata Sudah Dibahas Sejak Yunani Kuno, Ini Sejarah Perkembangannya

Psikologi Ternyata Sudah Dibahas Sejak Yunani Kuno, Ini Sejarah Perkembangannya

01 Oktober 2026 | 20:01

Keboncinta.com-- Upaya manusia untuk memahami pikiran, kesadaran, perasaan, dan perilakunya sendiri telah berlangsung sejak zaman dahulu. Jauh sebelum psikologi dikenal sebagai sebuah disiplin ilmu, para pemikir sudah mempertanyakan mengapa manusia berpikir dan bertindak dengan cara tertentu.

Sekitar 350 SM, pada masa Yunani Kuno, persoalan mengenai hakikat manusia menjadi bagian dari pembahasan filsafat. Para filsuf mulai memikirkan bagaimana proses berpikir berlangsung, apakah manusia mempunyai kehendak bebas, serta seberapa besar perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor yang dibawa sejak lahir.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar perjalanan panjang manusia dalam mengembangkan ilmu yang kini dikenal sebagai psikologi.

Pemikiran tentang Manusia Berawal dari Filsafat Yunani

Pada masa Plato dan Aristoteles, pembahasan mengenai manusia berkembang menjadi bagian penting dalam filsafat. Mereka mencoba memahami kaitan antara pikiran, kesadaran, kehendak, dan perilaku.

Namun, pengetahuan mengenai cara kerja pikiran pada masa tersebut tentu belum seperti yang dipahami dalam ilmu pengetahuan modern. Pada periode tertentu bahkan terdapat pandangan yang menempatkan jantung sebagai pusat kehidupan mental dan kesadaran.

Seiring berkembangnya pengetahuan, perhatian terhadap otak dan sistem saraf semakin besar. Penelitian terhadap sistem saraf kemudian memberikan dasar bagi pemahaman yang lebih ilmiah mengenai hubungan antara proses biologis, pikiran, dan perilaku.

Perjalanan panjang inilah yang pada akhirnya ikut mendorong lahirnya psikologi sebagai bidang ilmu yang mempelajari manusia secara lebih sistematis.

Abad ke-19 Membawa Psikologi ke Arah Ilmiah

Perubahan penting terjadi ketika memasuki abad ke-19. Pembahasan mengenai pikiran manusia secara perlahan tidak lagi hanya berada dalam wilayah filsafat, tetapi mulai dikembangkan melalui pendekatan penelitian yang lebih terstruktur.

Salah satu tokoh yang berperan dalam fase awal perkembangan psikologi adalah Wilhelm Wundt. Ia melakukan penelitian mengenai kesadaran dengan memperhatikan pengalaman yang dirasakan dan dilaporkan oleh individu.

Pendekatan tersebut berusaha menemukan pola dari pengalaman sadar manusia. Akan tetapi, laporan yang bersifat subjektif memiliki keterbatasan karena pengalaman seseorang belum tentu sama dengan pengalaman orang lain.

Kondisi tersebut kemudian mendorong para peneliti mengembangkan pendekatan lain yang dapat dilakukan secara lebih sistematis dan diuji melalui penelitian.

Sejumlah tokoh kemudian memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan psikologi, di antaranya William James, Sigmund Freud, John B. Watson, Fritz Heider, dan Hermann Ebbinghaus. Kontribusi mereka datang dari berbagai pendekatan dan memperluas pembahasan mengenai proses mental serta perilaku.

Perkembangan psikologi juga semakin luas di Amerika Serikat. Berbagai aliran, penelitian, dan pendekatan baru terus bermunculan hingga psikologi berkembang menjadi bidang ilmu dengan cakupan yang sangat luas.

Psikologi Dapat Dipahami melalui Tiga Tingkatan

Untuk melihat perilaku manusia secara lebih menyeluruh, fenomena psikologis dapat dikaji dari beberapa tingkatan. Secara umum, pembahasannya dapat dikelompokkan menjadi faktor biologis, karakteristik individu, dan lingkungan sosial.

Ketiga aspek tersebut tidak berdiri sendiri. Kondisi otak dan tubuh dapat memengaruhi perilaku, tetapi pengalaman pribadi serta lingkungan sosial juga dapat membentuk cara seseorang berpikir dan bertindak.

Dengan melihat ketiga tingkatan tersebut secara bersamaan, pemahaman mengenai perilaku manusia dapat menjadi lebih lengkap.

Level Biologis: Melihat Peran Otak dan Tubuh

Tingkat pertama berkaitan dengan aspek biologis yang berada di balik berbagai perilaku manusia. Gen, hormon, otak, sistem saraf, serta proses biologis dalam tubuh menjadi bagian dari kajian.

Neurosains merupakan salah satu bidang yang memiliki hubungan erat dengan pendekatan ini. Bidang tersebut mempelajari sistem saraf dan bagaimana otak berkaitan dengan berbagai proses yang terjadi dalam tubuh dan perilaku manusia.

Ada pula biopsikologi yang mempelajari hubungan antara mekanisme biologis dengan perilaku. Penelitian di bidang ini membantu menjelaskan bagaimana kondisi tubuh dan aktivitas otak dapat berhubungan dengan tindakan serta respons seseorang.

Pemahaman mengenai aspek biologis juga memiliki kaitan dengan bidang kesehatan, terutama dalam mempelajari kondisi yang melibatkan sistem saraf dan berbagai proses mental.

Level Individu: Memahami Kepribadian dan Proses Mental

Tingkat kedua memusatkan perhatian pada manusia sebagai individu. Kajian psikologi pada tahap ini tidak hanya melihat kondisi biologis, tetapi juga memperhatikan pikiran, emosi, pengalaman, perilaku, serta karakter seseorang.

Psikologi kepribadian, misalnya, mempelajari karakteristik individu dan bagaimana pola kepribadian dapat terbentuk maupun mengalami perubahan sepanjang kehidupan.

Pengalaman yang dialami seseorang sejak masa kanak-kanak hingga dewasa dapat memengaruhi cara berpikir, merasakan sesuatu, mengambil keputusan, serta membangun hubungan dengan orang lain.

Psikologi kognitif turut mempelajari proses mental seperti cara manusia menerima informasi, mengingat, berpikir, dan mengambil keputusan. Sementara itu, psikologi klinis dan konseling berkaitan dengan berbagai persoalan psikologis serta upaya membantu individu dalam menghadapinya.

Level Sosial: Lingkungan Ikut Membentuk Perilaku

Manusia tidak hidup sendirian. Karena itu, perilaku seseorang juga perlu dipahami berdasarkan hubungan dengan lingkungan sosialnya.

Keluarga, teman, sekolah, tempat kerja, komunitas, dan masyarakat dapat memberikan pengalaman yang kemudian berhubungan dengan cara seseorang berpikir dan berperilaku.

Norma yang berlaku dalam masyarakat, hubungan dengan orang lain, serta berbagai pengalaman sosial dapat memengaruhi perkembangan psikologis seseorang.

Psikologi sosial menjadi salah satu bidang yang mempelajari hubungan tersebut.

Tags:
Psikologi Perilaku Manusia ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna