Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) resmi menerapkan perubahan alamat layanan EMIS GTK mulai 5 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari penyempurnaan sistem digital yang bertujuan menghadirkan layanan administrasi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang lebih stabil, cepat, dan aman.
Dengan diberlakukannya domain baru tersebut, seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), serta operator madrasah diimbau segera menyesuaikan akses agar seluruh proses administrasi, pembaruan data, hingga layanan kepegawaian tetap dapat berjalan tanpa hambatan.
Berikut penjelasan lengkap mengenai perubahan domain EMIS GTK beserta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Peralihan domain ini menandai berakhirnya masa uji coba sistem yang selama beberapa bulan dijalankan melalui server pengembangan.
Sebelumnya, berbagai proses pembaruan data dilakukan melalui domain dev-emisgtk.kemenag.go.id. Namun, mulai 5 Juli 2026, seluruh layanan resmi dipusatkan pada server produksi sehingga domain pengembangan tidak lagi digunakan sebagai layanan utama.
Dengan migrasi ini, seluruh aktivitas administrasi GTK madrasah kini dilayani melalui domain resmi:
Kemenag menyatakan bahwa perpindahan dilakukan setelah sistem dinilai siap menangani lalu lintas data dalam skala nasional dengan performa yang lebih optimal.
Untuk memudahkan proses transisi, Kementerian Agama masih menyediakan akses menuju sistem EMIS GTK versi lama atau yang sebelumnya dikenal sebagai Simpatika.
Layanan tersebut dapat diakses melalui:
https://old-emisgtk.kemenag.go.id
Server lama difungsikan sebagai pusat data historis sehingga guru maupun operator masih dapat melihat dokumen atau riwayat administrasi yang belum seluruhnya berpindah ke sistem terbaru.
Keberadaan layanan ini diharapkan mampu meminimalkan kendala selama proses migrasi berlangsung.
Kemenag mengimbau seluruh GTK madrasah segera melakukan uji coba login menggunakan domain baru.
Langkah ini penting untuk memastikan akun masih aktif dan seluruh hak akses dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Melalui pengecekan sejak awal, pengguna dapat memastikan berbagai layanan administrasi tetap berjalan lancar, di antaranya:
Jika mengalami kendala saat login, guru maupun tenaga kependidikan disarankan segera berkoordinasi dengan operator madrasah agar permasalahan akun dapat segera ditangani.
Perubahan domain bukan sekadar pergantian alamat situs, melainkan bagian dari peningkatan kualitas layanan digital Kementerian Agama.
Melalui server produksi yang baru, sistem diharapkan mampu memberikan:
Dengan infrastruktur yang lebih modern, proses administrasi guru madrasah diharapkan menjadi semakin efisien.
Mulai berlakunya domain resmi EMIS GTK menjadi langkah penting dalam transformasi digital layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Karena itu, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan operator madrasah perlu segera memperbarui akses serta melakukan login melalui domain terbaru agar seluruh aktivitas administrasi tetap berjalan tanpa kendala.
Melakukan pengecekan akun sejak dini juga akan membantu mengantisipasi berbagai kendala teknis sehingga proses transisi menuju sistem EMIS GTK terbaru dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan efektif.***