Keboncinta.com — Setiap manusia tentu mengharapkan rezeki yang cukup, kehidupan yang tenang, dan keberkahan dalam setiap usaha. Berbagai cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengembangkan usaha.
Namun, dalam pandangan Islam, rezeki tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal seperti kesempatan kerja, kondisi ekonomi, atau lingkungan usaha. Perilaku dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT juga menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.
Ada sejumlah perbuatan dosa yang harus dihindari karena bertentangan dengan ajaran agama dan dapat menghilangkan keberkahan hidup. Bahkan, sebagian perbuatan tersebut sering dianggap sepele sehingga dilakukan tanpa disadari.
Mengutip buku Rezeki Level 9 The Ultimate Fortune karya Andre Raditya, terdapat beberapa perilaku yang perlu diwaspadai karena berkaitan dengan penghalang keberkahan rezeki.
Berikut tujuh dosa yang patut menjadi bahan introspeksi bagi setiap muslim.
Baca Juga: Amalan Surat Al-Waqi’ah untuk Rezeki, Nyai Shobihah Ungkap Cara Membacanya Setiap Hari
Syirik merupakan dosa besar dalam Islam karena seseorang menempatkan sesuatu selain Allah SWT sebagai sekutu dalam perkara yang menjadi hak-Nya.
Dalam persoalan rezeki, perilaku syirik dapat terlihat ketika seseorang menggantungkan harapan secara mutlak kepada benda keramat, meminta pertolongan kepada kekuatan gaib, atau meyakini bahwa selain Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk menentukan nasibnya.
Padahal, seorang muslim wajib meyakini bahwa Allah SWT adalah Zat yang mengatur dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.
Larangan syirik ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Luqman ayat 13:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Artinya:
"(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, 'Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar."
Ayat tersebut mengingatkan bahwa tauhid harus menjadi dasar kehidupan seorang muslim. Menggantungkan harapan kepada Allah SWT merupakan bagian dari keyakinan bahwa segala bentuk rezeki berasal dari-Nya.
Salat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghambaan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesibukan bekerja, mengejar target usaha, atau mencari penghasilan tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan salat lima waktu.
Allah SWT bahkan memerintahkan umat Islam agar tetap menjaga salat dan bersabar dalam melaksanakannya. Hal tersebut dijelaskan dalam surah Taha ayat 132:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Artinya:
"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."
Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa manusia diperintahkan untuk menjaga ibadah tanpa harus mengabaikan usaha mencari nafkah. Rezeki merupakan pemberian Allah SWT, sedangkan salat menjadi salah satu bentuk ketaatan yang tidak boleh ditinggalkan.
Hubungan seorang anak dengan kedua orang tua memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Berbakti kepada ayah dan ibu merupakan kewajiban yang harus dijaga selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.
Durhaka kepada orang tua dapat berupa berkata kasar, membentak, menyakiti perasaan, mengabaikan kebutuhan mereka, atau memperlakukan keduanya dengan tidak hormat.
Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Isra' ayat 23:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya:
"Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
Perintah tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak semestinya membuat seseorang melupakan jasa orang tua. Menjaga sikap, memberikan perhatian, dan membantu kebutuhan mereka merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Sumber penghasilan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Harta yang diperoleh melalui cara yang dilarang agama, seperti pencurian, penipuan, suap, korupsi, dan praktik riba, tidak dapat dianggap sebagai rezeki yang baik.
Memperoleh banyak uang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir