News
Al Fina

Santrivision 2026 Resmi Dibuka! Santri Bisa Raih Hadiah Puluhan Juta, Ini 3 Kategori dan Cara Daftarnya

Santrivision 2026 Resmi Dibuka! Santri Bisa Raih Hadiah Puluhan Juta, Ini 3 Kategori dan Cara Daftarnya

05 Oktober 2026 | 11:58

KebonCinta.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pesantren akan menyelenggarakan Lomba Santrivision 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kompetisi ini tidak sekadar dirancang sebagai ajang perebutan hadiah. Santrivision 2026 menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan nalar kritis, kreativitas, kemampuan riset, serta inovasi dalam membaca berbagai perubahan dan tantangan zaman.

Mengusung tema “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren,” Santrivision diharapkan dapat menjadi wadah bagi santri untuk menuangkan gagasan sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pesantren dan masyarakat.

Ajang tersebut juga menjadi momentum untuk mengartikulasikan gagasan santri seiring hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai entitas eselon I mandiri di Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengajak Kantor Wilayah Kemenag, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, serta pimpinan dan pengasuh pesantren untuk turut menyosialisasikan kompetisi ini dan mendorong santri di wilayah masing-masing agar berpartisipasi.

“Santrivision dirancang sebagai wadah eksplorasi nalar kritis, kreativitas, dan inovasi santri dalam merespons dinamika zaman,” ujar Basnang Said di Jakarta, Rabu (23/9/2026) lalu.

Baca Juga: PPh 21 2027 Berlanjut! Gaji di Bawah Rp10 Juta Bakal Dapat Keringanan Pajak, Ini Bedanya 

Karya Santri Didorong Berdampak

Hal menarik dari Santrivision 2026 adalah orientasi kompetisinya yang tidak berhenti pada perlombaan.

Karya yang dihasilkan peserta diharapkan dapat berkembang menjadi policy brief, produk audiovisual, inovasi teknologi digital, hingga teknologi tepat guna yang memberikan manfaat nyata bagi pesantren dan masyarakat.

Basnang menegaskan, kompetisi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem yang mempertemukan berbagai bidang.

“Yang ingin dibangun bukan sekadar kompetisi, tetapi ekosistem yang mempertemukan riset, kreativitas, teknologi, tradisi keilmuan pesantren, dan kebutuhan nyata masyarakat,” katanya.

Dengan konsep tersebut, Santrivision 2026 membuka kesempatan bagi santri untuk tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.

Kategori Lomba Santrivision 2026

Santrivision 2026 menyediakan tiga kategori utama yang dapat dipilih peserta sesuai minat dan kemampuan.

1. Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah

Kategori pertama diperuntukkan bagi santri yang memiliki ketertarikan terhadap penelitian, penulisan, kajian, serta perumusan gagasan dan kebijakan.

Jenis karya yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Policy brief
  • Artikel ilmiah populer
  • Monograf atau buku saku riset
  • Esai pesantren

Kategori ini menjadi kesempatan bagi santri untuk menyampaikan gagasan secara kritis dan menawarkan rekomendasi terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan pesantren dan masyarakat.

2. Audio-Visual, Seni Visual, dan Digital Media

Santri yang memiliki kemampuan di bidang kreatif juga dapat mengikuti kategori kedua.

Bidang ini mencakup berbagai bentuk karya seperti:

  • Film pendek
  • Film dokumenter
  • Video esai
  • Motion graphic
  • Animasi
  • Podcast
  • Komik digital
  • Novel grafis
  • Karya seni
  • Kaligrafi digital

Dengan kategori tersebut, santri dapat memanfaatkan berbagai platform dan teknologi kreatif untuk menyampaikan narasi mengenai kehidupan, nilai, tradisi, serta masa depan pesantren.

3. Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren

Kategori ketiga secara khusus memberikan ruang bagi santri yang tertarik dengan teknologi dan pengembangan solusi digital.

Karya yang dapat dikembangkan antara lain Sistem Informasi Manajemen Pesantren, platform pelaporan anonim atau ruang aman bagi santri, serta berbagai inovasi digital lainnya yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

Kategori ini menjadi bukti bahwa pesantren juga memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari transformasi digital.

Daftar Fokus Tema yang Bisa Dipilih

Agar gagasan peserta lebih terarah, Santrivision 2026 menyediakan delapan fokus tematik,diantaranya: 

1. Keadilan Iklim, Ekoteologi, dan Ketahanan Pangan

Peserta dapat mengangkat isu Eco-Pesantren, pengelolaan sampah, komposting, biogas, hingga pengembangan teknologi tepat guna.

2. Ruang Aman, Perlindungan Anak, dan Kesehatan

Tema ini mencakup isu pencegahan kekerasan seksual, mekanisme pengaduan, kesehatan mental santri, positive parenting, serta pemenuhan hak anak.

3. Generative AI, Kedaulatan Digital, dan Etika Teknologi

Santri dapat mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kajian kitab, pengelolaan data pesantren, literasi digital, hingga upaya mencegah penyebaran informasi palsu.

4. Moderasi Beragama dan Fikih Perdamaian

Fokus ini membuka ruang bagi gagasan mengenai narasi perdamaian, moderasi beragama, serta solidaritas kemanusiaan global.

5. Kemandirian Ekonomi, Halal Supply Chain, dan Web3

Peserta dapat mengembangkan gagasan mengenai ekonomi pesantren, rantai pasok halal, kewirausahaan, maupun pemanfaatan teknologi Web3.

6. Kesehatan Masyarakat, Stunting, dan Sanitasi

Isu kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta penyediaan sanitasi yang layak juga menjadi bagian dari fokus Santrivision 2026.

7. Internasionalisasi Pesantren dan Diplomasi Kultural

Tema ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan mengenai peran pesantren dalam hubungan internasional dan diplomasi kebudayaan.

8. Nilai Kepesantrenan dan Internalisasi Karakter

Peserta juga dapat mengangkat bagaimana nilai-nilai kepesantrenan tetap dapat dipertahankan dan dikembangkan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Siapa yang Bisa Ikut?

Santrivision 2026 tidak dibuka secara perorangan. Peserta harus membentuk tim yang terdiri atas 2–3 santri aktif dari pesantren yang sama.

Setiap tim juga wajib didampingi seorang pembimbing dari pesantren yang bersangkutan.

Selain itu, peserta harus berasal dari pesantren yang memiliki NSPP (Nomor Statistik Pondok Pesantren) dan telah terdaftar dalam EMIS.

Persyaratan tersebut penting diperhatikan sejak awal agar peserta tidak terkendala ketika memasuki proses seleksi administrasi.

Ada Mentoring dan Pitching untuk Peserta yang Lolos

Salah satu keunggulan Santrivision 2026 adalah adanya tahapan pengembangan karya.

Setelah peserta mengajukan ide dan gagasan awal, peserta yang dinyatakan lolos akan memperoleh klinik bimbingan atau mentoring expert.

Dalam tahap tersebut, peserta berkesempatan mendapatkan pendampingan dari periset, praktisi media, dan pengembang teknologi sesuai bidang karya yang dikembangkan.

Para finalis kemudian akan mengikuti pitching dan presentasi di hadapan tim penilai yang berasal dari berbagai disiplin.

Dengan pola ini, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan ide, tetapi juga mampu mengembangkan, mempertanggungjawabkan, dan mempresentasikan karya mereka.

Jadwal Pendaftaran Santrivision 2026 

Bagi santri yang tertarik mengikuti kompetisi ini, jangan sampai melewatkan jadwal pendaftaran.

Pendaftaran Santrivision 2026 berlangsung secara daring mulai 23 September hingga 15 Oktober 2026.

Pengiriman karya dan dokumen pendaftaran dilakukan melalui email resmi panitia santrivision2026@kemenag.go.id

Peserta dapat melihat persyaratan lengkap dan ketentuan teknis lomba melalui QR Code yang tercantum dalam poster resmi Santrivision 2026.

Pemenang Diumumkan pada Puncak Hari Santri 2026

Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi akan bersaing untuk mendapatkan posisi Juara I, II, dan III pada masing-masing kategori.

Para pemenang nantinya akan diumumkan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Menariknya, khusus pemenang kategori Policy Brief, karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan.

Karya tersebut akan dihimpun dalam “Buku Putih Rekomendasi Santri” dan katalog produk inovasi untuk kemudian diserahkan kepada Menteri Agama.

Hal ini menunjukkan bahwa gagasan santri diharapkan dapat memiliki kontribusi lebih jauh terhadap pengembangan kebijakan dan ekosistem pesantren.

Tags:
Santrivision 2026 kementerian agama Hari Santri

Komentar Pengguna