Berita
Hilmi An Naufal

Saturnus Oposisi Hari Ini, Oktober 2026 Juga Dihiasi Hujan Meteor Draconids dan Orionids

Saturnus Oposisi Hari Ini, Oktober 2026 Juga Dihiasi Hujan Meteor Draconids dan Orionids

04 Oktober 2026 | 20:52

JAKARTA — Oktober 2026 menjadi salah satu bulan yang menarik bagi pencinta astronomi. Sejumlah fenomena langit dijadwalkan terjadi sepanjang bulan ini, mulai dari Saturnus yang mencapai posisi oposisi, hujan meteor Draconids dan Orionids hingga fase Bulan baru dan Bulan purnama. Salah satu fenomena terdekat berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026. Saturnus mencapai titik oposisi, yaitu kondisi ketika planet tersebut berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Posisi ini membuat Saturnus berada dalam kondisi yang sangat baik untuk diamati. Planet bercincin tersebut dapat terlihat lebih terang dibandingkan periode lainnya dan berada di langit sepanjang malam. Bagi masyarakat yang memiliki teleskop, fenomena ini menjadi kesempatan menarik untuk mengamati cincin Saturnus serta beberapa satelit alaminya. Setelah Saturnus, fenomena berikutnya adalah hujan meteor Draconids. Puncak hujan meteor tersebut diperkirakan terjadi pada malam 7 Oktober. Draconids termasuk hujan meteor dengan intensitas relatif kecil, sekitar 10 meteor per jam dalam kondisi ideal. Fenomena tersebut berasal dari debu yang ditinggalkan komet 21P/Giacobini-Zinner. Berbeda dengan sejumlah hujan meteor yang lebih mudah diamati menjelang dini hari, Draconids justru lebih menarik diamati pada awal malam. Untuk mendapatkan kondisi terbaik, masyarakat disarankan berada di tempat yang jauh dari cahaya kota. Semakin gelap kondisi langit, semakin besar peluang melihat meteor yang melintas. Pada 10 Oktober, Bulan akan memasuki fase Bulan baru. Dalam kondisi tersebut, sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan pencahayaan langsung sehingga Bulan praktis tidak terlihat pada malam hari. Fase Bulan baru justru menguntungkan bagi pengamatan objek langit yang redup. Minimnya cahaya Bulan membuat langit menjadi lebih gelap sehingga galaksi, gugus bintang maupun objek langit lain dapat terlihat lebih jelas. Dua hari kemudian, pada 12 Oktober, Merkurius mencapai elongasi timur terbesar. Planet tersebut berada pada jarak sudut sekitar 19,6 derajat dari Matahari.
Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna